Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Sains & Teknologi

Tak Perlu Manusia, Robot Humanoid Ini Bisa Ganti Baterai Mandiri

tak perlu manusia, robot humanoid ini bisa ganti baterai mandiri
Walker S2

Pematangsiantar, Sinata.id – Airbus menguji robot humanoid Walker S2 buatan UBTech untuk menilai penerapan otomatisasi canggih di lantai perakitan pesawat, dengan fokus pada kemampuan robot tersebut mengganti paket baterai secara mandiri.

Fitur ini memungkinkan Walker S2 beroperasi hampir tanpa henti karena tidak memerlukan intervensi manusia saat pengisian daya.

Advertisement

Kemampuan penggantian baterai otomatis tersebut sempat menarik perhatian luas setelah Walker S2 viral.

Robot ini dapat melepas dan memasang baterainya sendiri dalam waktu singkat, sehingga meminimalkan waktu henti operasional dan menjadi pertimbangan utama dalam uji coba di lingkungan manufaktur berskala besar seperti fasilitas produksi Airbus.

Bagi UBTech yang berbasis di Shenzhen, pengujian oleh Airbus menjadi capaian penting dalam pengembangan robot humanoid industri.

Baca Juga  Teknologi Baru Bisa Deteksi Kanker Lebih Dini, Kenali PET CT dan SPECT CT Scan

Walker S2 dirancang setinggi 1,76 meter, memiliki kemampuan mengangkat beban hingga 15 kilogram, serta dilengkapi sistem penggantian baterai otomatis yang mendukung operasi berkelanjutan di area kerja.

Sebelum diuji di Airbus, robot humanoid ini telah digunakan di sejumlah perusahaan besar, termasuk Texas Instruments, BYD, dan Foxconn.

Penerapan tersebut menunjukkan minat industri terhadap robot yang mampu bekerja lebih lama dengan waktu henti minimal berkat sistem daya mandiri.

Di tengah perkembangan robotika industri, Walker S2 bukan satu-satunya humanoid yang dikembangkan untuk sektor manufaktur.

Tesla masih mengembangkan robot Optimus yang belum memiliki pelanggan komersial, sementara Boston Dynamics memasarkan Atlas yang digunakan Hyundai di pabriknya dan dikembangkan bersama Google DeepMind untuk integrasi kecerdasan buatan.

Baca Juga  China Pamer Jet Tempur J-35, Apa Saja Keunggulannya?

Uji coba dan pemanfaatan robot humanoid dengan kemampuan penggantian baterai mandiri menandai pergeseran menuju otomatisasi industri yang lebih maju.

Teknologi ini dinilai mendukung peningkatan efisiensi, ketepatan kerja, dan keselamatan di sektor manufaktur kompleks, termasuk kedirgantaraan dan otomotif. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini