Pematangsiantar, Sinata.id – Airbus menguji robot humanoid Walker S2 buatan UBTech untuk menilai penerapan otomatisasi canggih di lantai perakitan pesawat, dengan fokus pada kemampuan robot tersebut mengganti paket baterai secara mandiri.
Fitur ini memungkinkan Walker S2 beroperasi hampir tanpa henti karena tidak memerlukan intervensi manusia saat pengisian daya.
Kemampuan penggantian baterai otomatis tersebut sempat menarik perhatian luas setelah Walker S2 viral.
Robot ini dapat melepas dan memasang baterainya sendiri dalam waktu singkat, sehingga meminimalkan waktu henti operasional dan menjadi pertimbangan utama dalam uji coba di lingkungan manufaktur berskala besar seperti fasilitas produksi Airbus.
Bagi UBTech yang berbasis di Shenzhen, pengujian oleh Airbus menjadi capaian penting dalam pengembangan robot humanoid industri.
Walker S2 dirancang setinggi 1,76 meter, memiliki kemampuan mengangkat beban hingga 15 kilogram, serta dilengkapi sistem penggantian baterai otomatis yang mendukung operasi berkelanjutan di area kerja.
Sebelum diuji di Airbus, robot humanoid ini telah digunakan di sejumlah perusahaan besar, termasuk Texas Instruments, BYD, dan Foxconn.
Penerapan tersebut menunjukkan minat industri terhadap robot yang mampu bekerja lebih lama dengan waktu henti minimal berkat sistem daya mandiri.
Di tengah perkembangan robotika industri, Walker S2 bukan satu-satunya humanoid yang dikembangkan untuk sektor manufaktur.
Tesla masih mengembangkan robot Optimus yang belum memiliki pelanggan komersial, sementara Boston Dynamics memasarkan Atlas yang digunakan Hyundai di pabriknya dan dikembangkan bersama Google DeepMind untuk integrasi kecerdasan buatan.
Uji coba dan pemanfaatan robot humanoid dengan kemampuan penggantian baterai mandiri menandai pergeseran menuju otomatisasi industri yang lebih maju.
Teknologi ini dinilai mendukung peningkatan efisiensi, ketepatan kerja, dan keselamatan di sektor manufaktur kompleks, termasuk kedirgantaraan dan otomotif. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini