Asahan, Sinata.id — Operasi pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan di wilayah Kisaran Timur berakhir ricuh.
Seorang terduga pengedar berhasil meloloskan diri setelah suasana di lokasi penggerebekan berubah menjadi kacau dan membahayakan petugas.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis sore, 15 Januari 2026, di bantaran sungai Jalan Durian Gang Kuini, Kelurahan Kisaran Naga.
Polisi bergerak setelah menerima laporan masyarakat yang merasa resah akibat aktivitas transaksi sabu yang diduga sering berlangsung di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti informasi itu, tim Sat Narkoba melakukan penyelidikan dengan metode undercover. Ketika terduga pelaku muncul dan menawarkan sabu kepada petugas yang menyamar, polisi langsung melakukan penangkapan.
Satu paket sabu berhasil diamankan, meski sempat dibuang pelaku saat hendak ditangkap. Namun, situasi mendadak tidak terkendali. Sejumlah warga berdatangan sambil berteriak dan berusaha menghalangi proses penindakan.
Massa bahkan mendesak agar terduga pelaku dilepaskan, sementara jumlah mereka terus bertambah hingga mengepung aparat.
Kondisi semakin genting saat seorang pria datang membawa tiga botol berisi bensin. Cairan tersebut disiramkan ke arah petugas disertai ancaman akan membakar anggota kepolisian di lokasi kejadian.
Untuk mencegah jatuhnya korban, polisi memilih mengutamakan keselamatan personel. Di tengah kekacauan itu, terduga pelaku akhirnya berhasil direbut dan dibawa kabur oleh massa.
Meski pelaku lolos, proses hukum dipastikan tetap berlanjut. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 0,86 gram sebagai dasar pengembangan kasus.
Terduga pelaku diketahui berinisial S alias M (55), warga Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.
Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Moelyoto, SH, MH menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap aksi perlawanan dan penghalangan tugas kepolisian.
“Kami tidak akan mundur. Pelaku yang melarikan diri tetap menjadi target penangkapan, termasuk siapa pun yang terlibat menghambat penegakan hukum. Kasus ini akan terus kami kembangkan sampai tuntas, termasuk mengungkap jaringan narkotika di wilayah tersebut,” tegasnya, Jumat (16/1/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melindungi pelaku kejahatan narkoba.
“Narkoba adalah musuh bersama. Melindungi pelakunya sama saja dengan menghancurkan masa depan generasi kita,” tutup AKP Moelyoto. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini