Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th
BERJALAN BERSAMA DENGAN TUHAN YESUS, JADIKAN MENJADI SKALA PRIORITAS
Berjalan bersama Yesus bukan sekadar aktivitas spiritual di waktu senggang, melainkan sebuah gaya hidup yang menempatkan Dia sebagai pusat dari segala keputusan. Dalam skala prioritas, hal ini berarti memberikan tempat pertama dan utama bagi Tuhan.
Berikut adalah penjelasan mengenai skala prioritas dalam berjalan bersama Yesus berdasarkan Firman Tuhan:
1. Menempatkan Kerajaan Allah di Atas Segalanya
Prioritas tertinggi seorang pengikut Kristus adalah mencari kehendak Allah sebelum memikirkan kebutuhan pribadi atau kekhawatiran duniawi.
Firman Tuhan: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)
Makna: Ketika kita mendahulukan hubungan dengan Yesus dan melakukan kehendak-Nya, Tuhan berjanji akan memelihara aspek lain dalam hidup kita (karir, keuangan, kesehatan).
2. Mengasihi Tuhan dengan Segenap Keberadaan
Skala prioritas dalam hati kita harus dimulai dengan kasih yang radikal kepada Tuhan, melebihi kasih kita kepada makhluk atau benda apa pun.
Firman Tuhan: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.” (Matius 22:37-38)
Makna: Yesus tidak ingin menjadi nomor dua. Dia ingin menjadi penguasa atas emosi, keinginan, dan logika kita.
3. Mendengarkan Firman di Tengah Kesibukan
Seringkali kita terjebak dalam “pelayanan” atau kesibukan sampai lupa duduk diam di kaki Yesus. Skala prioritas yang benar adalah persekutuan (relasi) mendahului pelayanan (aktivitas).
Firman Tuhan: Kisah Maria dan Marta dalam Lukas 10:41-42: “Tetapi Tuhan menjawabnya: ‘Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya’.
Makna: Mendengarkan suara Yesus melalui doa dan Alkitab adalah “bagian terbaik” yang harus diutamakan setiap hari.
4. Penyangkalan Diri dan Ketaatan
Berjalan bersama Yesus berarti menaruh kehendak pribadi di bawah kehendak-Nya. Skala prioritas kita beralih dari “apa yang aku mau” menjadi “apa yang Tuhan mau”.
Firman Tuhan: “Kata-Nya kepada mereka semua: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.’” (Lukas 9:23)
Makna: Memikul salib berarti siap mengorbankan kenyamanan demi ketaatan kepada Yesus.
5. Dampak pada Hubungan Sesama
Setelah hubungan dengan Tuhan benar, prioritas selanjutnya adalah mengasihi sesama. Hubungan vertikal (dengan Tuhan) akan menentukan kualitas hubungan horizontal (dengan manusia).
Firman Tuhan: “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39)
Makna: Skala prioritas yang Alkitabiah tidak mengabaikan orang lain, tetapi menjadikan kasih Kristus sebagai dasar untuk melayani mereka.
Kesimpulan Skala Prioritas Kristen:
Tuhan (Yesus): Hubungan pribadi, doa, dan firman.
Keluarga: Tanggung jawab utama setelah Tuhan.
Pekerjaan/Pelayanan : Sebagai bentuk ibadah kepada-Nya.
Diri Sendiri/Hobi: Keinginan pribadi yang tunduk pada nilai-nilai Kristus.
Introspeksi: Jika jadwal harian Anda diperiksa, apakah Yesus terlihat sebagai nahkoda atau hanya sebagai “penumpang” yang dipanggil saat ada badai?
Saya Pdt Manser Sagala MTh mengajak kita semua untuk berjalan bersama dengan menjadikan skala prioritas ditengah dunia yang semakin tidak ada kepastian.
Di tengah dunia yang penuh perubahan, ketidakpastian, dan kegelisahan, satu hal tetap tidak tergoncangkan: Yesus Kristus adalah dasar yang teguh. Ketika Dia dijadikan pusat dan skala prioritas utama, hidup tidak selalu menjadi mudah, tetapi selalu memiliki arah, pengharapan, dan tujuan ilahi.
Berjalan bersama Tuhan Yesus bukanlah pilihan sesaat, melainkan keputusan harian untuk taat, setia, dan percaya penuh kepada pimpinan-Nya. Saat Yesus menjadi nahkoda kehidupan kita, badai sebesar apa pun tidak akan menenggelamkan iman, karena Dia yang memegang kendali.
Kiranya setiap kita berani menata ulang skala prioritas hidup, menempatkan Tuhan di tempat pertama, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang hidup, berdampak, dan memuliakan nama-Nya di mana pun kita berada.
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya”. (Matius 6:33)
Biarlah firman ini bukan sekadar ayat hafalan, tetapi menjadi prinsip hidup setiap hari.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.(A27).
Cp konseling dan Doa permohonan 0811762708









Jadilah yang pertama berkomentar di sini