Singapura, Sinata.id – Singapura menyatakan keprihatinannya atas operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat di Venezuela hingga berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, yang kini sedang menjalani proses hukum di New York.
Pernyataan ini disampaikan setelah AS melancarkan serangan besar yang menuai kontroversi dan kritik internasional.
Pernyataan Singapura muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan keberhasilan operasi militer yang menyasar Maduro, yang menurut Washington akan diadili atas tuduhan “narko-terorisme”.
Baca juga: AS Serbu Venezuela, 100 Tewas dan Penangkapan Maduro Picu Kecaman Dunia
Langkah ini memicu perdebatan tentang legalitas dan implikasi hukum internasional serta pemicu tindakan di Dewan Keamanan PBB.
Mengutip mantan Perdana Menteri Singapura yang kini menjabat sebagai Menteri Senior, Lee Hsien Loon, pemerintah kota negara itu mengingatkan pentingnya mematuhi Hukum Internasional dan Piagam
Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan negara lain.
Pernyataan Lee menekankan bahwa negara kecil menghadapi risiko serius jika tindakan militer semacam itu menjadi preseden baru dalam hubungan internasional.
Singapura juga secara konsisten menolak intervensi militer terhadap negara berdaulat dan menyerukan penyelesaian konflik secara damai.
Baca juga: 32 Tentara Kuba Tewas dalam Operasi Penangkapan Nicolas Maduro
Lee menyampaikan bahwa konflik seperti ini tidak hanya memengaruhi pihak terkait langsung, tetapi berpotensi mengguncang stabilitas global jika norma-norma internasional diabaikan.
Krisis ini mencuat setelah operasi militer AS pada awal Januari yang menewaskan puluhan anggota keamanan Venezuela dan mengakibatkan Maduro serta istrinya ditangkap oleh pasukan Amerika.
Penangkapan ini dipandang oleh beberapa negara sebagai pelanggaran terhadap prinsip kedaulatan nasional dan telah memicu kecaman dari sejumlah diplomat di panggung global.
Sebagai respons atas tindakan AS, beberapa anggota Senat AS mendorong langkah pembatasan wewenang militer Trump dalam konflik ini.
Baca juga: Penangkapan Presiden Nicolas Maduro Jadi Ujian Bagi Senjata Buatan China
Langkah legislasi ini menunjukkan meningkatnya keprihatinan di dalam negeri AS terkait eskalasi militer tanpa persetujuan Kongres.
Sementara itu, pemerintahan Venezuela telah memulai langkah-langkah tertentu, termasuk pembebasan sejumlah tahanan politik dalam upaya meredakan ketegangan dalam negeri setelah penangkapan mantan presidennya.
Ketegangan politik di Venezuela juga tercermin dalam tindakan kelompok bersenjata pro-Maduro yang melakukan tindakan represif terhadap pendukung AS di ibu kota Caracas, menunjukkan dampak langsung dari guncangan politik yang terjadi belakangan ini. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini