Oleh: Pastor Dion Panomban
Abba Home Family melaksanakan kegiatan saat teduh sebagai bagian dari pembinaan iman keluarga. Saat teduh ini menegaskan bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa Tuhan, sebagaimana ranting tidak mungkin bertumbuh dan berbuah apabila tidak melekat pada pokoknya,demikian Karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk memelihara keterhubungan dengan Tuhan Abbah Home Famiky kamis 8 Januari 2026, sebagai sumber dari segala sumber kehidupan.
Pesan utama perenungan mengajak setiap anggota keluarga untuk terus tinggal di dalam Kristus dan membiarkan Kristus tinggal di dalam hidup mereka. Kemanunggalan relasi ini menjadi fondasi pertumbuhan rohani, sebab tanpa hubungan yang intim dengan Tuhan, kehidupan iman akan menjadi kering dan kehilangan arah.
Sebagai dasar perenungan, firman Tuhan dibacakan dari Yohanes 1:9–13 (Terjemahan Baru). Firman ini menyatakan bahwa Yesus adalah Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang dan telah datang ke dalam dunia.
.
Dunia dijadikan oleh-Nya, namun dunia tidak mengenal-Nya. Bahkan ketika Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya sendiri, Ia tidak diterima oleh mereka.
Melalui firman tersebut, jemaat diajak merenungkan beberapa pertanyaan penting:
1. Kepada siapakah Yesus datang?
Firman Tuhan menegaskan
2. bahwa Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya sendiri.
agaimana respons milik kepunyaan-Nya? Kenyataannya, mereka tidak menerima Dia.
3. Mengapa dunia tidak mengenal Yesus? Sebab meskipun dunia dijadikan oleh-Nya, hati manusia tertutup dan tidak mau mengenal Dia sebagai Terang yang sejati.
Namun firman Tuhan juga menyampaikan kabar pengharapan.
Setiap orang yang menerima Yesus dan percaya dalam nama-Nya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Inilah pertanyaan perenungan berikutnya: apakah yang diberikan kepada mereka yang menerima Dia? Jawabannya adalah identitas baru sebagai anak Allah.
Lebih lanjut, makna Yohanes 1:12–13 menegaskan bahwa status sebagai anak Allah bukan diperoleh karena keturunan darah, keinginan daging, atau usaha manusia, melainkan karena kelahiran baru yang berasal dari Allah.
Melalui perenungan ini, Abba Home Family diajak untuk mengevaluasi sikap iman masing-masing, apakah sungguh telah menerima Kristus dan hidup melekat kepada-Nya.
Saat teduh ini juga menjadi pengingat bahwa hidup orang percaya hanya akan berbuah apabila terus terhubung dengan Tuhan dalam doa, firman, dan ketaatan sehari-hari.
Sebagai kata pamungkas, saat teduh ini menegaskan bahwa tinggal di dalam Kristus bukan sekadar pengakuan iman, melainkan panggilan hidup yang harus dijalani setiap hari.
Dengan tetap melekat kepada-Nya, orang percaya akan dimampukan untuk hidup sebagai anak-anak Allah yang memancarkan terang Kristus di tengah dunia.(A27).










Jadilah yang pertama berkomentar di sini