Tokyo, Sinata.id – Wilayah barat Jepang kembali diguncang gempa bumi kuat yang membuat warga meningkatkan kewaspadaan.
Guncangan dirasakan di sejumlah prefektur dan sempat memicu kepanikan, terutama karena diikuti rangkaian gempa susulan yang masih terus terjadi.
Badan Meteorologi Jepang memastikan gempa utama tidak berpotensi tsunami karena terjadi di wilayah daratan. Meski demikian, guncangan cukup kuat dirasakan di beberapa kota hingga membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Sejumlah laporan menyebutkan adanya warga yang mengalami luka ringan. Cedera umumnya terjadi saat evakuasi mandiri dari bangunan atau akibat tertimpa benda yang jatuh. Selain itu, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan, seperti retakan dinding dan runtuhnya plafon.
Baca juga:Gempa 7,5 Guncang Timur Laut Jepang, Puluhan Ribu Warga Dievakuasi usai Peringatan Tsunami
Badan Meteorologi Jepang menjelaskan bahwa setelah gempa utama, aktivitas gempa susulan terpantau cukup tinggi. Dalam beberapa jam setelah kejadian, tercatat sejumlah gempa lanjutan dengan kekuatan yang masih signifikan. Masyarakat pun diminta tetap siaga dan menghindari area berpotensi berbahaya.
Pihak berwenang mengingatkan gempa susulan dapat terjadi sewaktu-waktu dalam beberapa hari ke depan. Warga di wilayah terdampak diminta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal mereka aman sebelum kembali beraktivitas normal.
Selain berdampak pada permukiman, gempa juga sempat mengganggu layanan transportasi. Beberapa jalur kereta dihentikan sementara sebagai langkah pengamanan, sementara jalan utama diperiksa untuk memastikan tidak ada kerusakan serius. Layanan transportasi kemudian berangsur normal setelah dinyatakan aman.
Pemerintah Jepang menginstruksikan pemerintah daerah untuk terus memantau kondisi lapangan dan menyalurkan bantuan jika diperlukan. Fasilitas vital, termasuk pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya, juga diawasi guna memastikan tetap beroperasi normal.
Sebagai negara yang berada di kawasan rawan gempa, Jepang memiliki sistem mitigasi dan kesiapsiagaan yang relatif baik. Meski begitu, setiap gempa besar tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama jika disertai aktivitas gempa susulan yang intens.
Baca juga:Gempa M 7,6 Landa Jepang Berpotensi Tsunami, Warga Panik Cari Tempat Aman
Gempa bumi kuat tersebut terjadi pada Selasa (6/1/2026) pagi . Badan Meteorologi Jepang mencatat gempa bermagnitudo 6,4 terjadi pada pukul 10.18 waktu setempat. Pusat gempa berada di wilayah timur Prefektur Shimane dengan kedalaman sekitar 11 kilometer, dan guncangan kuat turut dirasakan hingga Prefektur Tottori.
Seorang pejabat Badan Meteorologi Jepang mengimbau masyarakat tetap waspada. Ia menyebutkan kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan intensitas maksimum 5 kuat dalam sekitar satu pekan ke depan, terutama dua hingga tiga hari setelah gempa utama.
Di Kota Sakaiminato, Prefektur Tottori, serta Kota Matsue di Prefektur Shimane, intensitas gempa tercatat mencapai level 5 kuat dalam skala intensitas Jepang. Sekitar 10 menit setelah gempa utama, gempa susulan bermagnitudo 5,1 kembali terjadi di wilayah yang sama. Di Kota Yasugi, Prefektur Shimane, intensitas gempa susulan tercatat pada level 5 lemah.
Hingga pukul 10.30 waktu setempat, Pemerintah Prefektur Tottori menyatakan belum menerima laporan kerusakan. Namun, di Kota Matsue, petugas pemadam kebakaran melaporkan adanya warga yang mengalami cedera serta sejumlah benda berjatuhan akibat guncangan.
Badan Meteorologi Jepang juga mencatat terjadinya getaran gempa berdurasi panjang di kedua prefektur tersebut. Fenomena ini dapat menyebabkan gedung bertingkat tinggi bergoyang lebih lama dan berpotensi memengaruhi unit di lantai atas. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pihak berwenang. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini