Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Satu per Satu Sekutu Putin Dipreteli AS, dari Bashar al-Assad hingga Nicolas Maduro

amerika serikat satu per satu melucuti sekutu putin, dari runtuhnya bashar al-assad hingga penangkapan nicolas maduro. peta kekuatan geopolitik global bergeser dan poros rusia kian tertekan.
Nicolas Maduro, Bashar al-Assad, Vladimir Putin. (Ist)

Sinata.id – Dalam pergeseran geopolitik yang kian tajam antara Amerika Serikat dan Rusia, beberapa sekutu utama Presiden Vladimir Putin yang selama ini menjadi pilar kekuatan Moskow kini menghadapi tekanan dan pembalikan nasib signifikan.

Dimulai dari Bashar al-Assad hingga penangkapan Nicolas Maduro, strategi Washington memperlemah jaringan Kremlin tampak semakin nyata.

Advertisement

Bashar al-Assad, Sekutu Tegar yang Runtuh

Dikutip dari Wikipedia pada Minggu (4/1/2025), Bashar al-Assad, yang memimpin Suriah sejak 2000 sebagai penerus otoritarianisme ayahnya, menjadi salah satu sekutu terdekat Rusia selama konflik sipil panjang di negaranya.

Di bawah rezim Assad, Suriah menghadapi perang saudara berdarah dan serangkaian tuduhan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil.

Rusia tidak hanya memberikan dukungan diplomatik, tetapi juga intervensi militer sejak 2015, menjadikan Suriah salah satu basis utama dalam strategi Putin di Timur Tengah.

Namun, setelah rezim Assad runtuh pada akhir 2024 akibat kombinasi tekanan militer oposisi dan krisis internal, Assad terpaksa melarikan diri ke Rusia, mencari perlindungan di bawah sayap Kremlin.

Eksil Assad di Moskow menandai berakhirnya era dominasi rezim yang pernah menjadi simbol kekuatan pro-Rusia di Timur Tengah.

Baca Juga  Serangan Siber Jadi Senjata Utama AS-Israel Melawan Iran

Kini Assad hidup sebagai pengungsi politik yang bergantung sepenuhnya pada dukungan Putin, sementara pemerintahan baru Suriah mengajukan permintaan ekstradisi terhadapnya.

Putin Ditantang di Suriah Pasca Assad

Dilansir The Moscow Times, kejatuhan Assad dipandang oleh banyak pengamat sebagai pukulan strategis bagi Rusia.

Selama bertahun-tahun, Suriah menjadi medan di mana pengaruh Moskow diuji, tidak hanya melawan pemberontak dalam negeri tetapi juga menghadapi rival lain seperti AS, Turki, dan negara-negara Teluk.

Tanpa Assad secara resmi berkuasa, posisi Rusia di Suriah kini bergeser dari dominan menjadi fragmen, memaksa Putin menegosiasikan ulang basis militer dan perannya di kawasan tersebut.

Nicolas Maduro: Dari Sekutu Putin ke Target Penegakan Hukum AS

Sementara Assad perlahan kehilangan kekuasaannya, sekutu Putin lainnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro, mengalami nasib yang lebih dramatis.

Pada 3 Januari 2026, Maduro ditangkap oleh pasukan khusus Angkatan Darat Amerika Serikat (Delta Force) di Caracas dalam operasi yang mengejutkan dunia internasional.

Penangkapan tersebut mencerminkan eskalasi drastis dalam tindakan AS terhadap figur politik yang memiliki kaitan kuat dengan Moskow.

Baca Juga  Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Jelang Tenggat, Negosiasi Masih Menggantung

Maduro dituduh memainkan peran penting dalam jaringan penyelundupan narkotika internasional selama lebih dari dua dekade, dengan dakwaan yang mencakup konspirasi besar untuk membawa kokain ke Amerika Serikat melalui kerja sama dengan kartel narkoba dan kelompok bersenjata.

Tuduhan ini menjadi landasan hukum yang membuat AS mengambil langkah ekstrim dengan menangkap langsung kepala negara yang masih berkuasa, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam hubungan internasional modern. (Lihat artikel utama)

Baca Juga: Penangkapan Nicolas Maduro Disebut Pukulan Terbuka untuk Putin

Strategi Washington Mengikis Pengaruh Kremlin

Keterlibatan AS dalam Suriah dan tindakan langsung terhadap sekutu Putin seperti Maduro bukan sekadar aksi bilateral biasa.

Menurut para analis, ini merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk mengurangi pengaruh geopolitik Rusia di berbagai belahan dunia.

Amerika Serikat tampak berupaya memanfaatkan tekanan hukum dan militernya guna memecah jaringan yang selama ini memperkuat posisi Moskow di luar perbatasannya.

Langkah Washington melibatkan penegakan hukum internasional, pemberian sanksi ekonomi, hingga pemutusan hubungan diplomatik, dengan tujuan memaksa sekutu-sekutu Rusia menghadapi konsekuensi tindakan mereka, baik di panggung internasional maupun domestik.

Baca Juga  Kuba Kembali Padam Total, Sistem Listrik Nasional Kolaps

Baca Juga: Mengapa Nicolas Maduro Ditangkap? Terungkap Alasan Penangkapan Presiden Venezuela Bukan Sekadar Politik

Dampak terhadap Hubungan AS-Rusia

Tindakan tegas terhadap Assad dan Maduro memperlihatkan bagaimana persaingan AS-Rusia kini tidak lagi berhenti pada retorika politik atau sanksi ekonomi semata.

Operasi penegakan hukum dan perubahan rezim secara de facto menunjukkan bahwa konflik geopolitik ini telah memasuki fase baru di mana kekuatan hukum, militer, dan diplomatik bercampur menjadi alat utama kebijakan luar negeri masing-masing pihak.

Ekskalasi ini berpotensi membawa dampak luas terhadap stabilitas kawasan seperti Timur Tengah dan Amerika Latin, serta membentuk kembali peta aliansi global di era post-pandemi yang penuh ketidakpastian.

Amerika Serikat dan Rusia terus saling beradu pengaruh melalui figur-figur yang selama ini menjadi sekutu terdekat Putin.

Dari Bashar al-Assad hingga penangkapan Nicolas Maduro, Washington tampak berhasil memaksakan dinamika baru yang menantang dominasi Moskow di kancah global, sebuah babak baru dalam persaingan geopolitik abad ke-21. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini