Oleh: Pastor Dion Panomban
Komunitas Abba Home Family mengawali tahun 2026 dengan kegiatan saat teduh bersama yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momen refleksi rohani bagi jemaat dalam menyikapi perjalanan hidup, dinamika komunitas, serta komitmen iman memasuki tahun yang baru.
Dalam penyampaian renungan, jemaat diingatkan akan janji Tuhan yang teguh, bahwa Dia tidak pernah membiarkan dan meninggalkan umat-Nya dalam situasi apa pun, baik yang telah terjadi, yang sedang dihadapi, maupun yang belum diketahui.
Pesan ini menegaskan pentingnya sikap percaya dan berserah kepada Tuhan di tengah berbagai ketidaksempurnaan dalam kehidupan bersama.
Abba Home ditegaskan sebagai rumah rohani dan keluarga iman, yang keberadaannya bukan milik individu atau kelompok tertentu, melainkan milik Tuhan sepenuhnya.
Meski terdapat perbedaan latar belakang dan pandangan, komunitas ini tetap berjalan bersama karena diikat oleh dasar iman yang sama, yaitu Darah Yesus Kristus, Firman Tuhan, dan tujuan bersama untuk mengerjakan panggilan-Nya.
Memasuki tahun 2026, arah pembinaan rohani Abba Home difokuskan pada pembentukan jemaat sebagai gereja murid yang memuridkan.
Setiap pribadi didorong untuk belajar menjadi murid Kristus yang dewasa, dengan tanggung jawab mendampingi dua hingga tiga orang lainnya agar bersama-sama bertumbuh dan mengalami perubahan hidup semakin serupa dengan Kristus.
*Rubrik Firman Tuhan*
Yesaya 60:1–7 (Terjemahan Baru)
Firman Tuhan yang menjadi dasar perenungan dalam saat teduh ini adalah seruan Tuhan kepada umat-Nya untuk bangkit dan menjadi terang:
“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.”
(Yesaya 60:1–3)
Firman ini dilanjutkan dengan gambaran pemulihan dan kemuliaan Tuhan atas umat-Nya, di mana bangsa-bangsa datang membawa persembahan, dan rumah Tuhan disemarakan sebagai tanda kehadiran serta perbuatan-Nya yang masyhur di tengah dunia (Yesaya 60:4–7).
Pertanyaan Perenungan Jemaat
Sebagai bagian dari refleksi rohani, jemaat diajak merenungkan firman Tuhan melalui pertanyaan berikut:
1. Mengapa umat Tuhan perlu bangkit untuk menjadi terang? (ay. 1)
2. Apa makna “bangkit” secara pribadi dalam kehidupan iman masing-masing? (ay. 1)
3. Sebutkan tiga alasan mengapa umat Tuhan perlu bangkit di tengah kegelapan dunia. (ay. 1–2)
4. Apa dampak yang terjadi ketika umat Tuhan bangkit dan hidup sebagai terang? (ay. 3)
5. Apa yang membuat bangsa-bangsa datang kepada terang Tuhan? (ay. 3)
Kegiatan saat teduh ini dipimpin oleh Ps. Dion Ponomban, selaku Gembala GPI Abba Home Pematangsiantar, yang menekankan pentingnya kedewasaan rohani jemaat dalam membangun komunitas yang saling menguatkan, bertumbuh dalam kasih, serta menghindari sikap bersungut-sungut dan tuntutan yang melemahkan kesaksian iman.
Pada , awal tahun 2026 menjadi ajakan bersama bagi Abba Home Family untuk mengambil keputusan iman yang nyata: bangkit sebagai murid Kristus, hidup sebagai terang Tuhan, dan berjalan bersama sebagai satu keluarga rohani yang setia mengerjakan panggilan-Nya di tengah dunia.(A27).










Jadilah yang pertama berkomentar di sini