Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Evia Maria Mangolo, Mahasiswi Unima Ditemukan Tewas Usai Tinggalkan Surat Dugaan Pelecehan Seksual

tragedi evia maria mangolo, mahasiswi unima yang ditemukan tewas di kosan tomohon, viral usai beredar surat pengaduan dugaan pelecehan oleh oknum dosen dan kini diselidiki polisi.
Tragedi Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima yang ditemukan tewas di kosan Tomohon, viral usai beredar surat pengaduan dugaan pelecehan oleh oknum dosen dan kini diselidiki polisi. (Ist)

Disclaimer:
Informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi atau mendorong tindakan serupa. Jika Anda mengalami depresi atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Sinata.id – Seorang Mahasiswi Unima (Universitas Negeri Manado), Evia Maria Mangolo, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kota Tomohon, Selasa (30/12/2025). Peristiwa ini segera menjadi sorotan nasional setelah beredar luas sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Advertisement

Nama Evia Maria Mangolo mencuat ke ruang publik bukan semata karena kematiannya yang tragis, melainkan isi surat pengaduan yang mengungkap dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum dosen di lingkungan kampus.

Surat tersebut viral di media sosial dan memicu gelombang keprihatinan, kemarahan, serta tuntutan keadilan.

Korban diketahui merupakan Mahasiswi Unima semester akhir Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi.

Baca Juga  Kisah Pilu Mona, Lokasi "COD" Berubah Jadi TKP Pembunuhan

Ia berasal dari Kabupaten Kepulauan Sitaro dan tengah menyelesaikan tahapan akhir perkuliahannya ketika peristiwa memilukan itu terjadi.

Baca Juga: Kasus Nenek Elina Memanas, Wali Kota Surabaya Ancam Bubarkan Ormas Preman

Surat Pengaduan Ditulis Dua Pekan Sebelum Meninggal

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Rabu (31/12/2025), Evia Maria Mangolo menulis surat pengaduan tertanggal 16 Desember 2025.

Surat itu ditujukan kepada pimpinan fakultas dan berisi uraian kronologis dugaan pelecehan yang disebut dilakukan oleh dosen berinisial DM.

Dalam tulisannya, korban menggambarkan tekanan psikologis yang dialaminya.

Ia menyebut rasa takut, trauma, dan ketidaknyamanan yang terus menghantui setiap aktivitas akademik.

Kondisi itu membuatnya merasa terancam dan tidak aman berada di lingkungan kampus.

Permohonan dalam surat tersebut sederhana namun sarat makna: agar pihak fakultas dan universitas menindaklanjuti laporannya secara serius serta menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga  Marak Sarjana 'Ngojol', Rocky Gerung: Negara Surplus Ijazah, Defisit Leader

Baca Juga: Profil Sherly Annavita, Influencer Muda Aceh yang Diteror Usai Bersikap Kritis Tentang Penanganan Bencana

Kronologi Dugaan Peristiwa

Dalam pengaduan itu, korban memaparkan kejadian yang diduga terjadi pada 12 Desember 2025.

Dugaan bermula dari komunikasi melalui pesan singkat, kemudian berlanjut pada pertemuan langsung.

Beberapa tindakan disebut membuat korban merasa dilecehkan dan tertekan secara mental.

Pengakuan itu ditulis dengan bahasa personal dan emosional, memperlihatkan beban psikologis berat yang dipikul Mahasiswi Unima tersebut.

Surat itu juga mencantumkan identitas lengkap korban, termasuk nama, nomor induk mahasiswa, hingga program studi.

Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Dua pekan setelah surat tersebut ditulis, warga di sekitar Kelurahan Matani Satu, Tomohon Tengah, dikejutkan dengan penemuan jasad Evia Maria Mangolo di kamar kosnya.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung, memicu kehebohan dan kepedihan mendalam.

Kepolisian menyatakan hasil olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan fisik.

Baca Juga  Diduga Depresi Akibat Utang Suami, Ibu di Bandung Nekat Akhiri Hidup dengan Dua Anak

Meski demikian, aparat menegaskan penyelidikan tetap berlanjut, terutama terkait latar belakang psikologis korban dan dugaan pelecehan yang sebelumnya dilaporkan.

Kasus Beralih ke Polda Sulawesi Utara

Pihak keluarga korban telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sulawesi Utara.

Dengan laporan tersebut, penanganan lanjutan berada di tingkat kepolisian daerah.

Sementara itu, pihak kampus menyatakan telah menerima informasi terkait dugaan pelecehan dan mengklaim bahwa korban sempat melapor ke satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi.

Proses internal disebut telah berjalan sebelum tragedi terjadi.

Kematian Evia Maria Mangolo memicu reaksi luas dari masyarakat, aktivis mahasiswa, hingga pemerhati dunia pendidikan.

Desakan agar kasus ini diusut tuntas terus bergema, seiring tuntutan transparansi dan perlindungan maksimal bagi korban kekerasan seksual di lingkungan kampus. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini