Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Kepsek SDN 2 Pasir Tangkil Sempat Ngeyel Saat Ditegur Bupati

kepsek sdn 2 pasir tangkil, fifi siti rofikoh, menjadi sorotan setelah bersikeras mempertahankan keputusannya.
Kepsek SDN 2 Pasir Tangkil, Fifi Siti Rofikoh, menjadi sorotan setelah bersikeras mempertahankan keputusannya.

Lebak, Sinata.id – Polemik permintaan ganti rugi oleh pihak SD Negeri 2 Pasir Tangkil, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, terhadap orang tua siswa kelas IV berbuntut teguran keras dari Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya. Kepala Sekolah (Kepsek), Fifi Siti Rofikoh, menjadi sorotan setelah bersikeras mempertahankan keputusannya, meskipun telah diperingatkan langsung oleh bupati.

Kepsek SDN 2 Pasir Tangkil Sempat Ngeyel Saat Ditegur Bupati

Insiden bermula ketika seorang siswi diduga merusak fasilitas sekolah berupa meja dan kursi. Pihak sekolah lantas meminta pertanggungjawaban secara langsung kepada orang tua siswa tersebut, Arta Grace Monica (35), melalui pesan di grup WhatsApp yang beranggotakan dewan guru dan wali murid. Arta akhirnya menyanggupi permintaan itu dan mengganti dengan satu set meja dan kursi baru senilai Rp400.000 yang dibelinya secara daring.

Advertisement

“Saya gotong sendiri dari rumah ke sekolah. Itu jaraknya sekitar 200 meter. Saya tulis juga di mejanya, bahwa ini dibeli karena disuruh mengganti,” ujar Arta, Senin (28/4/2025), dengan nada getir. Ia menyayangkan sikap pihak sekolah yang dinilainya langsung menuding anaknya sebagai penyebab kerusakan, padahal menurutnya, kondisi meja dan kursi memang telah rusak sejak awal.

Baca Juga  7 Perintah Jaksa Agung Jadi Pedoman Kerja Seluruh Jajaran Kejaksaan

Lebih lanjut, Arta mengungkapkan kekesalannya terhadap mekanisme komunikasi yang digunakan pihak sekolah. Ia mengaku kaget ketika mengetahui permintaan ganti rugi justru disampaikan secara terbuka di grup WhatsApp kelas.

“Fasilitas sekolah rusak, tapi orang tua yang diminta mengganti. Padahal bukan anak saya yang merusaknya,” keluhnya.

Kasus ini semakin menyita perhatian publik setelah video percakapan antara Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Kepala Sekolah Fifi Siti Rofikoh beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Bupati Hasbi tampak geram ketika mengetahui pihak sekolah membebankan biaya penggantian fasilitas kepada orang tua murid.

Dengan nada tegas, Bupati Hasbi mempertanyakan alasan Fifi meminta ganti rugi melalui grup WhatsApp. Fifi berdalih bahwa langkah tersebut diambil untuk memberikan efek jera kepada siswa agar lebih menjaga fasilitas sekolah.

Baca Juga  Alibi Kepala Sekolah SDN 2 Pasir Tangkil Minta Ganti Rugi Meja Rusak: Demi Efek Jera

Namun, penjelasan itu tak lantas meredakan kekecewaan sang bupati. Hasbi mengingatkan bahwa tanggung jawab pemeliharaan sarana pendidikan berada pada institusi, bukan dibebankan kepada murid atau orang tua. “Mengapa ibu menyuruh mereka mengganti? Itu bukan tanggung jawab orang tua,” ujarnya dalam video yang viral tersebut.

Kepala sekolah sempat bertahan dengan keputusannya dan tetap menganggap tindakannya sebagai bagian dari upaya pembinaan. Namun sikap itu justru dinilai bupati sebagai bentuk kekeliruan dalam menjalankan fungsi pendidikan. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini