Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH
Peringatan kelahiran Yesus Kristus menjadi momentum penting bagi umat Kristen untuk kembali merefleksikan makna iman dan kehidupan rohani.
Melalui program Sarapan Pagi Kristen yang disiarkan di kanal YouTube Prison Hospital Crusade Daniel Pardede Ministry, umat diajak merenungkan kembali arti kelahiran Sang Juruselamat bagi dunia dan kehidupan pribadi setiap orang percaya.
Sebagaimana tertulis dalam Lukas 2:11, βHari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.β Ayat ini menegaskan kehadiran Yesus sebagai wujud kasih Allah yang nyata bagi umat manusia. Kehadiran-Nya menggenapi nubuat para nabi, sebagaimana disampaikan dalam Yesaya 9:1, bahwa bangsa yang hidup dalam kegelapan akan melihat terang yang besar.
Yesus Kristus hadir bukan hanya sebagai bayi yang lahir di Betlehem lebih dari dua ribu tahun lalu, melainkan sebagai Raja Damai yang membawa pengharapan, pemulihan, dan keselamatan. Hal ini ditegaskan dalam Yesaya 9:5-6, yang menyebut-Nya sebagai Penasihat Ajaib, Allah Yang Perkasa, Bapa Yang Kekal, dan Raja Damai.
Dalam pengajaran rohani tersebut ditegaskan bahwa misi Yesus di dunia adalah menyatakan kasih Bapa di surga, membawa pendamaian antara Allah dan manusia, serta membuka jalan keselamatan agar manusia tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.
Penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya menjadi bukti bahwa maut tidak lagi berkuasa atas mereka yang percaya kepada-Nya.
Namun demikian, perayaan Natal bukan sekadar seremoni tahunan.
Umat diajak untuk merenungkan pertanyaan mendasar: apakah Yesus sungguh telah lahir dan tinggal dalam hati serta tercermin dalam kehidupan sehari-hari? Kesetiaan kepada Kristus dituntut tidak hanya dalam perayaan, tetapi dalam sikap hidup, perbuatan, dan ketaatan kepada firman-Nya hingga akhir hayat.
Melalui pesan Natal ini, umat Kristen diingatkan untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat, hidup seturut dengan firman-Nya, serta mengasihi sesama sebagaimana telah diajarkan-Nya. Kasih yang sejati, sebagaimana dinyatakan dalam kehidupan Yesus, menjadi landasan utama dalam membangun kehidupan yang damai dan penuh pengharapan.
Di akhir perenungan, disampaikan pula doa dan pengharapan agar Tuhan Yesus senantiasa menyertai umat-Nya di setiap perjalanan hidup, memberikan pemulihan bagi yang sakit, kekuatan bagi yang lemah, serta perlindungan dan berkat bagi setiap keluarga.
Yesus diyakini sebagai El Shaddai, El Rapha, dan El Roi, Allah yang Mahakuasa, Maha Penyembuh, dan Allah yang selalu hadir bagi umat-Nya. (A27)








Jadilah yang pertama berkomentar di sini