Sinata.id – Perjuangan relawan Haldy Sabri–Irish Bella menjadi sorotan di tengah bencana banjir besar Aceh Tamiang. Demi menjangkau warga di wilayah terparah, tim relawan harus menempuh perjalanan selama hampir sembilan jam melewati medan ekstrem dan akses yang nyaris terputus total.
Misi kemanusiaan itu dimulai pada Selasa (16/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
Rombongan relawan bergerak menuju pedalaman Kecamatan Bandar Pusaka, kawasan yang selama berhari-hari terisolasi akibat banjir dan kerusakan infrastruktur.
Jalan berlumpur, genangan air, serta minim penerangan membuat perjalanan berlangsung lambat dan penuh risiko.
Tim relawan yang terdiri dari Danang, Iqbal Lebasalati, Devi Afriyani, dan Ananta Ryan baru tiba di Kampung Pante Cempa dan Kampung Babo sekitar pukul 23.30 WIB.
Baca Juga: Tangis Warga Aceh Tamiang Masih Terdengar Karena Kelaparan Pascabanjir
Sesampainya di lokasi, relawan langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang sudah berhari-hari bertahan di tengah keterbatasan.
Bantuan yang diserahkan meliputi selimut, perlengkapan ibadah, kain sarung, kompor dan tabung gas, pembalut wanita, masker anak-anak dan dewasa, susu balita, serta kebutuhan dasar lainnya.
“Perjalanan ke sini benar-benar menguras tenaga dan waktu. Namun kondisi warga di pedalaman jauh lebih memprihatinkan, sehingga bantuan harus tetap kami antar langsung,” ujar Devi Afriyani, dikutip Kamis (18/12/2025).
Sebelum menembus wilayah terparah tersebut, relawan HaldySabri–Irish Bella lebih dulu menyalurkan bantuan skala besar ke posko banjir Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan awal berupa lima tangki air bersih, 300 karung beras, dan 200 dus air mineral disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi.
Tak hanya fokus di Bandar Pusaka, jangkauan bantuan juga diperluas ke Kampung Wonosari dan Kampung Perkebunan Pulau Tiga di Kecamatan Tamiang Hulu.
Bantuan serupa turut disalurkan ke Pesantren Asy-Syafi’iyyah Al-Aziziyah di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed.
Baca Juga: Bantuan Kemanusiaan dari Haldy Sabri–Irish Bella Tiba di Aceh Tamiang
Di sektor kesehatan, relawan menyerahkan bantuan medis berupa obat-obatan, alcohol swab, jarum suntik, dan kapas kepada RSUD Aceh Tamiang.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh tenaga medis dan perwakilan rumah sakit setempat.
Datok Penghulu Kampung Pante Cempa, Sabri, mengungkapkan bahwa wilayahnya termasuk salah satu desa dengan dampak terparah.
Hampir seluruh rumah warga rusak berat, bahkan sebagian besar hanyut terbawa arus banjir.
“Sekitar 98 persen rumah warga rusak berat. Bantuan yang datang ini sangat membantu masyarakat untuk bertahan di masa darurat,” ujarnya.
Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang diketahui berdampak hampir ke seluruh wilayah kabupaten.
Sebanyak 209 dari 216 desa terdampak di semua kecamatan.
Baca Juga: 9 Cara Cuan dari Facebook Meski Tanpa FB Profesional
Data sementara mencatat 57 orang meninggal dunia, 23 orang masih dinyatakan hilang, serta lebih dari 262 ribu jiwa mengungsi.
Selain itu, puluhan ribu warga lainnya terdampak namun tidak mengungsi.
Kerusakan infrastruktur pun tercatat masif, mulai dari ribuan rumah, fasilitas pendidikan, sarana ibadah, hingga jembatan yang rusak dan terputus.
Kondisi ini membuat distribusi bantuan menjadi tantangan besar.
Di tengah keterbatasan akses dan waktu tempuh yang panjang, perjalanan sembilan jam relawan Haldy Sabri–Irish Bella menjadi bukti nyata bahwa bantuan kemanusiaan tetap diupayakan untuk menjangkau warga di titik-titik paling terdampak bencana. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini