Sinata.id – Stok beras di Provinsi Aceh dipastikan dalam kondisi aman hingga pertengahan 2026. Pemerintah daerah mencatat cadangan beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 80 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Aceh hingga Juni tahun depan.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Aceh, Surya Rayendra, menyampaikan bahwa pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi beras terus dilakukan secara intensif, terutama di daerah-daerah yang persediaannya mulai menipis.
Ia mengakui, sejumlah kabupaten dan kota sudah membutuhkan tambahan pasokan agar tidak terjadi kekosongan stok di tingkat masyarakat.
“Memang ada beberapa daerah yang stoknya mulai berkurang. Untuk itu, kami langsung berkoordinasi dengan Bulog agar pengiriman tambahan bisa segera dilakukan,” ujar Surya, dikutip Minggu (14/12/2025).
Baca Juga: Gubernur Jambi Serahkan Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar ke Pemerintah Aceh
Menurutnya, wilayah yang menjadi prioritas pengisian stok antara lain Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.
Meski gudang Bulog berada di kawasan Aceh Tengah atau Takengon, distribusi dari Banda Aceh ke wilayah tersebut menghadapi kendala, terutama terkait kondisi jalur transportasi yang sulit dilalui kendaraan bermuatan besar.
“Kemarin sudah kita antisipasi dengan mendatangkan tambahan, meskipun distribusi ke Takengon tidak mudah karena faktor medan dan akses jalan,” jelas Surya.
Ia menambahkan, dua hari sebelumnya, pemerintah daerah telah menyalurkan tambahan beras sebanyak lima ton ke wilayah yang persediaannya mulai menipis.
Ke depan, jumlah tersebut berpotensi kembali ditambah, khususnya jika akses jalan Lhokseumawe–Bener Meriah sudah dapat dilalui secara normal.
“Kalau jalur itu sudah bisa dilewati, distribusi logistik dan alat kesehatan juga akan diprioritaskan. Untuk Aceh Tengah, stok beras kemungkinan akan kita tambah lagi,” katanya.
Baca Juga: 3 Pekan Pascabencana, Elpiji Subsidi Baru Masuk Desa Jruek Balee, Warga Rela Antre
Selain mengandalkan cadangan daerah, Pemerintah Aceh juga menerima dukungan dari pemerintah pusat.
Surya mengungkapkan, pihaknya memperoleh alokasi 10 ribu ton beras bencana dari Badan Pangan Nasional yang disalurkan melalui Gubernur Aceh.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kabupaten dan kota yang terdampak bencana, terutama banjir.
Penyaluran beras bencana dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari bupati atau wali kota kepada Gubernur Aceh.
Setelah itu, distribusi dilakukan melalui Bulog di masing-masing daerah.
“Beras bencana ini akan segera disalurkan ke wilayah yang membutuhkan pasokan pangan untuk korban bencana,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Aceh telah menyalurkan 4.390,2 ton dari total 6.298,4 ton beras bencana yang tersedia.
Sisa sebanyak 1.899,1 ton masih disimpan dan menunggu pengajuan dari pemerintah kabupaten dan kota yang belum mengajukan permintaan.
Baca Juga: Aceh Masih Gelap dan Tanpa Sinyal Telekomunikasi
Dari total 18 kabupaten dan kota yang terdampak bencana, penyaluran beras telah rampung di 10 daerah.
Rinciannya antara lain Kota Langsa sebesar 564,3 ton, Aceh Tenggara 20 ton, Kota Subulussalam 39,4 ton, Aceh Barat 121 ton, Aceh Singkil 133,3 ton, Aceh Selatan 12,2 ton, Pidie 121,6 ton, Pidie Jaya 345 ton, Nagan Raya 89,6 ton, serta Aceh Besar 4,7 ton.
Sementara itu, delapan daerah lainnya masih belum menerima distribusi karena belum mengajukan permintaan resmi.
Daerah tersebut meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bireuen, Gayo Lues, Bener Meriah, serta Kota Lhokseumawe.
Pemerintah Aceh memastikan kesiapan untuk menyalurkan bantuan pangan tersebut kapan pun dibutuhkan, guna menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini