Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Universitas Nommensen Gelar Kuliah Umum

universitas nommensen gelar kuliah umum
Kuliah umum digelar di Nommensen Siantar. (foto: hendrik/sinata)

Pematangsiantar, Sinata.id – Universitas Nommensen Siantar menggelar kuliah umum bertajuk politik ekologi, industri ekstraktif dan krisis iklim di Indonesia.

Kegiatan tersebut di gelar di ruangan Menza kampus, Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Jumat (28/11/2025).

Advertisement

Rektor UHKBPNP, Muktar Panjaitan, menjelaskan jika mahasiswa merupakan generasi penerus nantinya yang diharapkapkan menjadi pemikir kritis dalam menghadapi krisis iklim di Indonesia.

“Ini adalah momen yang penting, supaya kita tidak hanya diam, tidak hanya berpikir tapi sudah waktunya untuk bertindak,” ucapnya.

Lanjutnya, salah satu yang menjadi persoalan dunia saat ini yaitu perubahan iklim. Ia mengungkapkan perubahan iklim yang terjadi dalam tiga hari ini.

Baca Juga  Jalan Amblas 10 Meter di Siantar, Tikungan Rawan Ini Ancam Keselamatan Pengendara

“Dapat kita rasakan bersama, dalam tiga hari ini terjadi siklon tropis senyar di daerah kita ini,” ujarnya.

Menurut Muktar, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sudha mengeluarkan peringatan dini tentang cuaca ekstrem yang terjadi pada 22 hinga 27 November 2025.

“Hujan adalah berkata tapi gelondongan kayu adalah akibat kerakusan dan keserakahan oleh politik ekologi yang tidak berpihak pada masyarakat,” tuturnya.

Ia menyesalkan pihak korporasi yang merusak alam yang sebenarnya tindakan itu tidak dibenarkan.

Selain itu, eksploitasi yang terjadi atas dasar dalil untuk pembangunan, merambah hutan seluas – luasnya, merubah hutan menjadi kelapa sawit, seperti yang terjadi pada kebun teh Sidamanik.

Muktar mengajak setiap orang untuk ikut serta dalam pelestarian alam yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia memaparkan kuliah umum ini merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga  Dampak Kasus Puskesmas Kahean, Inspektorat Siantar Diadukan ke Inspektorat Sumut

Kegiatan tersebut merupakan wujud kerja sama antara UHKBPNP, GAMKI Pematangsiantar, LWF, Biro Pengmas HKBP, KNLWF, YDPK dan UEM. (*)

Penulis : Hendrik Nainggolan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini