Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Jalan Amblas 10 Meter di Siantar, Tikungan Rawan Ini Ancam Keselamatan Pengendara

jalan amblas 10 meter di siantar, tikungan rawan ini ancam keselamatan pengendara
Kondisi jalan yang longsor di Jalan Sisingamangaraja Kota Pematangsiantar. (sinata )

Pematangsiantar, Sinata.id – Ancaman keselamatan mengintai pengguna jalan di ruas Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Kahean, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar.

Badan jalan di area tikungan dilaporkan amblas akibat longsor, sehingga kondisi jalan kini hanya tersisa sekitar separuh dari lebar semula.

Advertisement

Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian jalan yang longsor memiliki kedalaman curam hingga sekitar 10 meter. Kondisi ini membuat lebar jalan sangat terbatas dan memaksa kendaraan melintas secara bergantian, terutama di titik tikungan yang rawan kecelakaan.

Sebagai langkah antisipasi, pihak terkait telah memasang garis pembatas (police line) di sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin keselamatan pengendara, mengingat kondisi tanah yang masih berpotensi mengalami longsor susulan.

Baca Juga  Konsultan Hukum Asal Pematangsiantar Gugat UU PDP ke MK, Soroti Kekosongan Lembaga Pelindungan Data

Warga setempat mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan permanen. Mereka khawatir longsor dapat kembali terjadi, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Longsor ini sudah lama terjadi. Memang sudah dipasang police line, tetapi kami tetap khawatir. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa menimbulkan korban,” ujar Anto, warga sekitar, Sabtu (25/4/2026).

Selain membahayakan keselamatan, kondisi jalan yang menyempit juga mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Sejumlah pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan berhenti sejenak untuk memastikan kondisi aman sebelum melintas.

Situasi ini menyebabkan antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.

Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan permanen sebelum kerusakan semakin parah.

Baca Juga  Alfonso dan Josua Pimpin Pansus DPRD Siantar untuk Mengulas LKPJ Wali Kota

Menurut warga, penanganan cepat sangat diperlukan agar potensi kecelakaan dapat dicegah sejak dini. Mereka menilai pemasangan tanda peringatan saja tidak cukup tanpa adanya tindakan perbaikan yang konkret.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk segera mengambil langkah serius demi menjaga keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut. (SN10)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini