Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Mahasiswa UMA Medan Tewas di Tangan Teman Sendiri Usai “Nyimeng” Bareng

kasus tragis menimpa seorang mahasiswa uma medan yang ditemukan tewas di rumahnya di deli serdang. pelaku adalah teman dekat korban.
Muhammad Rasya Hasibuan (19), nekat menghabisi teman dekatnya usai menghisap ganja bersama karena terdesak cicilan sepeda motor. (Dok. Polrestabes Medan)

Sinata.id – Seorang mahasiswa UMA (Universitas Medan Area), Bonio Raja Gadja (18), ditemukan tewas di rumahnya di Desa Marindal II, Patumbak, Deli Serdang, setelah diselidiki polisi, korban yang kuliah Fakultas Hukum ini ternyata dibunuh sahabatnya sendiri, Muhammad Rasya Hasibuan atau SYA (19), yang nekat menghabisinya usai menghisap ganja (nyimeng) bersama karena terdesak cicilan sepeda motor.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan temuan ini langsung menggerakkan kepolisian, setelah kakak korban, Diva, curiga lantaran adiknya tak merespons sejak sehari sebelumnya.

Advertisement

“Dalam hitungan jam, misteri itu terbuka. Pelakunya justru orang terdekat, Muhammad Rasya Hasibuan (19), sahabat masa kecil korban,” demikian dikatakan Kombes Calvijn dalam konferensi pers, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga: Jejak Dwinanda Linchia Levi hingga AKBP Basuki Buka Suara soal Kematian Dosen Cantik Untag

Baca Juga  Sosialisasi Pengurus KMP di Simalungun Batal

“Nyimeng” Bareng, Tidur Searah, Berujung Pembunuhan

Kapolrestabes Medan menjelaskan motif pembunuhan yang ternyata sepele tetapi mematikan, hanya karena pelaku terlilit utang cicilan sepeda motor.

“Pelaku terdesak masalah cicilan motor. Itu yang memicu ia mengambil jalan kekerasan dan pencurian,” ujar Calvijn.

Dari hasil penyelidikan, peristiwa ini bermula Rabu sore .

SYA datang ke depan rumah Bonio dengan alasan mencari pakan ikan.

Mereka lalu nongkrong, membeli ganja seharga Rp10 ribu, kemudian menghisapnya bersama di kamar rumah korban.

Setelah “nyimeng”, keduanya rebahan. Bonio tidur di ranjang atas, SYA di bawah. Namun saat malam bergulir ke Kamis pukul 00.30 WIB, suasana berubah menjadi gelap.

Dengan gunting dan linggis yang sudah ia siapkan, SYA menyerang sahabatnya itu dalam keadaan tertidur.

Baca Juga  Frans Putros Jadi Senjata Serbabisa Persib di Lini Belakang

Aksi brutal itu berlangsung hampir dua jam, hingga memastikan korban tak lagi bernyawa.

Jasad Diseret, Rumah Dikunci, Pelaku Kabur Membawa Motor Korban

Setelah memastikan Bonio meninggal, pelaku menyeret tubuh korban ke kamar, menjarah motor Honda Vario, dompet, dan ponsel korban.

Ia kemudian menutup pintu rumah dan mengunci pagar sebelum kabur ke Tanjung Balai.

Dalam pelariannya, sebagian alat bukti, pisau, linggis, dan setengah bilah gunting, dibuangnya di perjalanan.

Namun pelarian SYA tak lama.

Berkat koordinasi tim Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak, ia ditangkap saat berusaha kembali ke Medan.

“Saya sudah tahu titiknya. Saya instruksikan tindakan tegas terhadap pelaku dan jaringan narkoba di wilayah ini,” tegas Kapolrestabes Medan.

Baca Juga  Nelayan Tanjung Balai Bawa 25 Kg Sabu Ditangkap Polrestabes Medan

Kakak Curiga, Pintu Rumah Dikunci, Isi Rumah Berantakan

Peristiwa sadis ini terungkap setelah keluarga dari Humbang Hasundutan menghubungi Diva karena Bonio tak kunjung menjawab pesan sejak Kamis.

Setibanya di rumah, Diva mendapati kondisi rumah berantakan.

Saat membuka kamar, ia mendapati sang adik sudah meninggal dengan luka parah.

Polisi segera memasang garis polisi, melakukan olah TKP, dan mengamankan jejak-jejak pembunuhan yang dilakukan secara terencana.

Menutup penyataannya, Kapolrestabes Medan menyampaikan belasungkawa mendalam.

“Dengan kerendahan hati, kami turut berduka cita kepada keluarga korban. Kasus ini mengingatkan kita bahwa tekanan ekonomi dan penyalahgunaan narkoba dapat memicu kejahatan yang sangat merusak,” ucapnya.

Polisi berkomitmen memperketat pemberantasan narkoba serta menindak tegas setiap aksi kekerasan yang menghilangkan nyawa. [dfb]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini