Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Bupati Tapanuli Utara Resmikan SPPG Marsiurupan

bupati tapanuli utara resmikan sppg marsiurupan
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Hutabarat meresmikan SPPG Marsiurupan di Kecamatan Pahae Julu.

Taput, Sinata.id– Bupati Tapanuli Utara (Taput), Jonius Taripar Hutabarat, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marsiurupan di Desa Hutabarat, Kecamatan Pahae Julu, Jumat (7/11/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Taput, Oki Sibarani, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Bahal Simanjuntak, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Advertisement

Peresmian ini menandai bertambahnya jumlah SPPG di Kabupaten Taput menjadi 21 unit, yang beroperasi sebagai dapur sentral program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati Jonius menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG melalui SPPG merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

“Kehadiran SPPG Marsiurupan ini adalah bukti nyata kolaborasi kita untuk mewujudkan Asta Cita Presiden. Yang diutamakan bukan hanya kuantitas, tetapi kualitas makanan bergizi. Asupan gizi siswa harus terpenuhi dengan baik demi mencetak Generasi Emas 2045,” ujar Jonius.

Baca Juga  Pemko Medan Dukung PT KIM Kuasai Lahan Mabar

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bisukma, mitra pelaksana SPPG yang diwakili oleh Jufri Sitompul, atas dukungannya terhadap program pemerintah. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pelayanan gizi yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Jonius memberi arahan agar pengelolaan SPPG Marsiurupan mengedepankan pemanfaatan potensi dan bahan pangan lokal.

“Saya titip pesan kepada SPPG Marsiurupan, manfaatkan dana yang berputar sekitar Rp30 juta per hari untuk membeli hasil pertanian dan bahan pangan dari masyarakat sekitar. Tidak perlu belanja dari luar Pahae. Berdayakan petani, koperasi desa, dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat agar ekonomi lokal ikut tumbuh,” tegasnya.

Baca Juga  Kejatisu Tahan Direktur PT NDP Dugaan Korupsi Penjualan Aset PTPN I

Menurutnya, keberadaan SPPG harus memberi dua dampak utama, yakni pemenuhan gizi anak-anak dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan perputaran dana harian yang cukup besar, program ini diharapkan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan di Kecamatan Pahae Julu dan wilayah sekitarnya.

Selain menyoroti aspek ekonomi, Bupati Jonius juga menekankan pentingnya kebersihan dan higienitas dapur serta makanan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menelaah dan memastikan aspek higienitas di seluruh SPPG.

“Saya pesan kepada semua yang bekerja di sini: jaga kebersihan dan lakukan yang terbaik, karena penerima manfaat adalah masyarakat kita sendiri. Satgas hadir bukan untuk menghalangi, melainkan memastikan standar higienitas terpenuhi,” ujar bupati.

Baca Juga  Wanita Pencuri 19 Kaleng Sarden di Pekanbaru Diserahkan ke Polisi

Pemkab Taput menargetkan agar seluruh penerima manfaat MBG di wilayahnya dapat terlayani sepenuhnya pada tahun 2025. SPPG Marsiurupan diharapkan menjadi perintis (pioneer) dan role model bagi SPPG lainnya.
Ke depan, sasaran program akan diperluas tidak hanya bagi anak sekolah, tetapi juga untuk anak baru lahir, ibu hamil, serta kelompok masyarakat rentan gizi lainnya. (A1)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini