Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Redenominasi Rupiah: Langkah Non-Mendesak, Tapi Penting untuk Citra dan Efisiensi Ekonomi

redenominasi rupiah bukan langkah mendesak, tapi penting untuk efisiensi sistem moneter dan citra stabilitas ekonomi indonesia. pemerintah targetkan ruu redenominasi rampung 2027.
Redenominasi rupiah bukan langkah mendesak, tapi penting untuk efisiensi sistem moneter dan citra stabilitas ekonomi Indonesia. Pemerintah targetkan RUU Redenominasi rampung 2027. (Ilustrasi)

Sinata.id – Bayangkan bangun suatu pagi dan mendapati harga secangkir kopi bukan lagi Rp20.000, melainkan Rp20. Bukan karena nilai uang turun, tapi karena pemerintah memutuskan untuk menyederhanakan rupiah lewat kebijakan redenominasi. Kedengarannya kecil, tapi dampaknya bisa besar, bukan hanya di dompet, melainkan juga di citra ekonomi Indonesia.

Pengamat perbankan dari Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Arianto Muditomo, menegaskan bahwa redenominasi rupiah bukanlah kebijakan darurat secara ekonomi.

Advertisement

Namun, langkah ini tetap strategis untuk merapikan sistem keuangan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap kestabilan nilai rupiah.

“Secara ekonomi, tidak mendesak. Tapi redenominasi penting untuk penyederhanaan sistem moneter dan peningkatan citra stabilitas rupiah,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga: Cara Memulai Investasi Reksadana Lewat Aplikasi untuk Pemula

Bukan Sekadar Ganti Angka

Menurut Arianto, redenominasi membawa sejumlah manfaat nyata.

Baca Juga  2 Spesialis Pembobol Rumah di Langsa Akhirnya Tumbang di Tangan Polisi

Mulai dari efisiensi transaksi, kemudahan dalam pencatatan akuntansi, hingga membangun persepsi positif terhadap perekonomian nasional di mata dunia.

Namun, ia juga mengingatkan adanya “harga” yang harus dibayar, biaya transisi tinggi, potensi kebingungan masyarakat, dan risiko inflasi psikologis bila sosialisasi tidak maksimal.

“Kalau komunikasi ke publik lemah, masyarakat bisa salah paham dan mengira nilai uang turun, padahal tidak,” tegasnya.

Dampak ke Dunia Perbankan

Bagi sektor perbankan, Arianto memastikan bahwa redenominasi tidak akan mengubah nilai riil aset, kewajiban, margin bunga, atau likuiditas. Hanya saja, di masa awal penerapan, gangguan teknis bisa saja muncul.

“Secara fundamental tetap sama, tapi bisa terjadi gangguan sementara dalam sistem pelaporan atau konversi kontrak kredit jika teknologi dan komunikasi belum siap,” jelasnya.

Karena itu, Arianto menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur IT perbankan. Sistem perbankan, menurutnya, harus mampu mengonversi nominal otomatis tanpa kesalahan.

Baca Juga  Konflik Iran Picu Usulan Evaluasi Forum Global

Selain itu, edukasi publik mutlak dilakukan agar masyarakat paham, redenominasi berbeda dari devaluasi. Nilai uang tetap sama, yang berubah hanya jumlah digitnya.

Baca Juga: BNI Catat Laba Rp15,12 Triliun di Kuartal III 2025

Koordinasi dan Kepercayaan Publik

Arianto juga mengingatkan perlunya koordinasi lintas lembaga, antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan asosiasi perbankan, agar transisi berjalan mulus.

“Koordinasi penting agar publik tidak kehilangan kepercayaan di masa transisi,” katanya menegaskan.

Pemerintah Targetkan 2027

Kebijakan ini bukan sekadar wacana. Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), telah menargetkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah rampung pada tahun 2027.

Target tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu 2025–2029 yang ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 10 Oktober 2025.

Baca Juga  Cara Manual Gagal, Sumbatan Gorong-Gorong di Serbelawan Disemprot Damkar

Dalam dokumen tersebut dijelaskan, RUU Redenominasi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi nasional, menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi, menstabilkan nilai rupiah sebagai bentuk perlindungan daya beli masyarakat, meningkatkan kredibilitas mata uang nasional.

Redenominasi memang bukan langkah mudah. Di satu sisi, langkah ini memberi citra positif dan efisiensi ekonomi. Di sisi lain, redenominasi menuntut kesiapan teknologi, regulasi, dan komunikasi publik yang matang.

Namun bagi Arianto, jika dijalankan dengan hati-hati dan koordinasi lintas sektor berjalan solid, kebijakan ini bisa menjadi simbol kematangan ekonomi Indonesia di mata dunia.

“Yang terpenting adalah memastikan publik memahami: ini bukan pemangkasan nilai rupiah, tapi penataan simbol rupiah menuju sistem keuangan yang lebih modern dan efisien,” pungkasnya. [zainal/a46|bloomberg]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini