Sinata.id – Peristiwa salah tangkap yang menimpa Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar, di Bandara Kualanamu, berujung pada langkah permintaan maaf langsung dari Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak. Namun, Iskandar menegaskan, permintaan maaf saja belum cukup. Ia mendesak agar para oknum yang bertanggung jawab atas kesalahan fatal itu dijatuhi sanksi tegas.
Iskandar masih mengingat jelas insiden pada Rabu, (17/10/2025) lalu. Saat itu, ia tengah berada di dalam pesawat menuju Jakarta ketika sejumlah petugas mendatanginya dan meminta ia turun. Ia kemudian ditunjukkan surat penangkapan atas dugaan terlibat judi online, tuduhan yang belakangan terbukti keliru.
“Saya tegaskan, ini murni salah tangkap. Kalau hanya mau cek identitas, cukup minta KTP saya. Tapi saya justru disuruh keluar dari pesawat yang sudah hampir tutup pintu,” ungkap Iskandar dengan nada kecewa, Kamis (23/10/2025).
Menurutnya, tindakan itu bukan sekadar salah prosedur, tetapi juga mencoreng nama baiknya sebagai tokoh publik. Ia menilai, aparat harus lebih hati-hati agar tidak merusak reputasi seseorang dengan tindakan gegabah.
Baca Juga: Pelindo Regional 1 Siap Hadapi Lonjakan Penumpang Menjelang Nataru
Kapolrestabes Datang Langsung Minta Maaf
Sebagai bentuk tanggung jawab institusional, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak datang langsung ke Kantor DPW NasDem Sumut di Jalan HM Yamin, Medan.
Mengenakan seragam dinas, ia tiba sekitar pukul 11.00 WIB dan berbincang selama satu jam dengan Iskandar serta jajaran pengurus partai sebelum akhirnya pamit.
“Puji Tuhan, pertemuan tadi berlangsung sangat kekeluargaan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Iskandar atas penerimaannya. Saya datang langsung untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden kemarin,” ujar Calvijn dengan nada menyesal saat meninggalkan kantor NasDem.
Apresiasi Disertai Tuntutan Tegas
Kehadiran Calvijn mendapat apresiasi dari Iskandar. Ia menilai, sikap pimpinan Polrestabes itu menunjukkan tanggung jawab moral dan institusional. Namun, ia tetap berharap langkah konkret diambil terhadap anggota yang terlibat.
“Saya hargai kedatangan Kapolrestabes Medan. Itu langkah baik dan menunjukkan jiwa kepemimpinan. Tapi permintaan maaf ini harus diikuti sanksi tegas bagi oknum yang melakukan kesalahan. Ini bukan soal pribadi, tapi soal profesionalitas dan kepercayaan publik,” tegas Iskandar.
Menurutnya, permintaan maaf tersebut bukan hanya bentuk rekonsiliasi, tetapi juga pemulihan nama baik yang sempat tercoreng akibat tuduhan yang tidak berdasar.
Iskandar berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran kepolisian. “Saya ingin ini menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi warga, apalagi tokoh publik, yang diperlakukan seperti saya. Kinerja aparat harus semakin profesional dan humanis,” tutupnya. [sinata/sn8]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini