Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Bukan Hanya Rakyat Biasa, Dua Cucu Mahfud MD Juga Keracunan MBG

dua cucu mahfud md keracunan makan bergizi gratis di yogyakarta, satu harus dirawat 4 hari di rumah sakit. kasus ini jadi sorotan nasional.
Mahfud MD. (Screenshot YT Terus Terang)

Sinata.id – Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Kali ini, kisah mengejutkan datang dari mantan Menko Polhukam sekaligus cawapres 2024, Mahfud MD. Bukan hanya rakyat biasa, tetapi dua cucu Mahfud MD sendiri ikut menjadi korban.

Dalam sebuah video di kanal YouTube pribadinya berjudul “Bereskan Tata Kelola MBG”, Mahfud menuturkan pengalaman pahit tersebut. Dengan nada serius, ia mengatakan cucu-cucunya yang bersekolah di Yogyakarta mengalami muntah-muntah usai menyantap makan siang dari program MBG.

Advertisement

“Cucu saya juga keracunan. Ya, di Jogja. Bahkan satu kelas ada delapan orang langsung muntah-muntah,” ungkap Mahfud dalam rekaman itu, Rabu (1/10/2025).

Dirawat Empat Hari di Rumah Sakit

Menurut Mahfud, dari delapan siswa yang keracunan, enam orang dan salah satu cucunya sempat dirawat sehari lalu dipulangkan.

Baca Juga  Kartu Pers Wartawan CNN Dicabut Istana

Namun berbeda dengan cucu lainnya yang justru harus bertahan hingga empat hari di rumah sakit akibat kondisinya lebih parah.

“Yang satu bisa dirawat di rumah, tapi yang satunya lagi harus empat hari di rumah sakit. Keduanya bersaudara, beda kelas, tapi sekolahnya sama,” terang Mahfud.

Mahfud Singgung Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menilai kasus keracunan MBG hanya sekitar 0,0017 persen dari total 30 juta penerima manfaat.

Namun Mahfud menolak melihat persoalan ini sekadar hitungan statistik.

Ia menegaskan, nyawa dan kesehatan manusia tidak bisa disepelekan dengan angka kecil.

“Jutaan pesawat terbang lalu lalang setiap hari, tapi ketika satu saja jatuh, dunia gempar. Padahal secara persentase, itu lebih kecil. Karena ini menyangkut nyawa,” tegasnya.

Baca Juga  Viral Oknum Guru Diduga Buat “Sayembara” Cari Penyebar Video MBG Berulat

Program Mulia, Tapi Tata Kelola Dipertanyakan

Mahfud menilai niat program MBG sejatinya mulia, yakni memberikan makanan bergizi untuk anak-anak dan ibu hamil.

Namun, tata kelola program ini menurutnya masih jauh dari ideal.

Ia menyoroti ketiadaan regulasi yang jelas, mulai dari dasar hukum hingga mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Bahkan, kata Mahfud, sering kali sekolah atau guru yang bukan bagian panitia justru dipaksa turun tangan ketika terjadi insiden, termasuk saat ada alat makan yang hilang atau harus dibersihkan.

“Tata kelola ini penting. Harus ada kepastian hukum, siapa yang bertanggung jawab, bagaimana prosedurnya, dan standar yang harus dipatuhi. Kalau tidak, setiap masalah akan jadi beban bersama tanpa arah yang jelas,” paparnya.

Baca Juga  Wartawan Jadi Korban Kekerasan Saat Liput Kasus Keracunan MBG di Pasar Rebo

Data Keracunan MBG

Sejak Januari hingga 22 September 2025, program MBG telah menjangkau 22,9 juta penerima dengan dukungan 8.450 dapur.

Namun, dalam periode itu, Badan Gizi Nasional mencatat 5.914 kasus keracunan, sementara lembaga pemantau pendidikan bahkan menyebut lebih dari 8.000 kasus.

Presiden Prabowo mengakui adanya kekurangan, tetapi tetap menegaskan angka keracunan masih sangat kecil dibanding skala program.

Namun bagi Mahfud, sekali lagi, yang dipertaruhkan bukan soal jumlah, melainkan keselamatan.

“Ini bukan perkara statistik. Ini soal nyawa anak bangsa,” pungkasnya. (A46)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini