Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Evakuasi Korban Reruntuhan Ponpes Sidoarjo Kian Sulit Pasca Gempa Sumenep

evakuasi korban reruntuhan ponpes sidoarjo kian sulit pasca gempa sumenep
Gempa di Sumenep. ist

Sidoarjo, Sinata.id – Proses evakuasi korban reruntuhan ponpes di Sidoarjo pascagempa Sumenep semakin rumit dan penuh kehati-hatian. Kondisi celah reruntuhan yang menyempit akibat gempa susulan menjadi tantangan terbesar bagi Tim SAR Gabungan.

Kesulitan ini diungkapkan oleh Kasubdit RPDO Basarnas, Emi Freezer. Ia menjelaskan bahwa gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang Sumenep, Jawa Timur, pada Senin (30/9) malam, berdampak signifikan pada lokasi kejadian.

Advertisement

“Sebelum kegempaan posisi bordes (garis batas celah) kurang lebih sekitar 15 cm dari surface atau dari lantai. Dengan posisi korban masih bisa bisa menggerakkan kepala. Namun setelah pasca kegempaan semalam, posisi Bordes turun signifikan. Kurang lebih 10 cm,” katanya di Posko SAR Gabungan, Sidoarjo, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga  RDP Komisi III DPR Memanas, Kapolres Sleman Dikritik soal Kasus Hogi Minaya

Dengan celah yang kini hanya sekitar 10-12 cm—sekitar diameter kepala remaja—kondisi korban yang terjebak semakin terhimpit. Emi menegaskan bahwa proses evakuasi saat ini sangat sulit karena kondisi reruntuhan yang rentan bergoyang dan tidak stabil.

“Nah, sehingga dengan ketinggian ini kami ingin memberikan gambaran bahwa complicated, kesulitan kami ini adalah bagaimana mempertahankan nyawa target tapi akses yang kita gunakan memang membutuhkan waktu yang lebih lama,” ucapnya.

Meski tidak kekurangan alat atau personel—terdapat 375 personil dengan peralatan lengkap—faktor keamanan menjadi prioritas mutlak. Hal ini pula yang membuat alat berat belum dapat digunakan.

“Artinya kita tidak kekurangan peralatan. Namun kehati-hatian yang kita kedepankan untuk memberikan kesempatan seperti tadi Kabar sampaikan satu nyawa sangat berharga,” tegas Emi.

Baca Juga  Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi Jadi 14 Orang, KAI Tanggung Biaya Korban

Gempa bumi bermagnitudo 6,5 yang berpusat di laut sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep terjadi pada kedalaman dangkal 11 kilometer. Gempa ini terjadi ketika puluhan santri masih terjebak di reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, yang ambruk pada Senin (29/9) sore.

Saat kejadian, ratusan santri sedang melaksanakan Salat Ashar berjemaah di gedung tiga lantai yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.

Berdasarkan data sementara, terdapat 102 orang santri menjadi korban. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, dan diperkirakan masih ada 91 orang yang terjebak di dalam reruntuhan. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini