Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
News

2 Begal Belawan Tumbang Ditembak Polisi

dua pelaku begal belawan dilumpuhkan polisi setelah melakukan perlawanan saat ditangkap usai beraksi di jalan kl yos sudarso.
Dua pelaku begal Belawan dilumpuhkan polisi. (Dok. Polres Pelabuhan Belawan)

Sinata.id – Dua begal Belawan yang meresahkan warga akhirnya dilumpuhkan polisi dalam operasi gabungan Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Belawan, setelah keduanya teridentifikasi sebagai pelaku pembegalan terhadap seorang warga di Jalan KL Yos Sudarso.

SS (43) dan JS (24) ditangkap dengan tindakan tegas karena melawan petugas, sementara polisi menegaskan penangkapan ini sebagai respons langsung atas desakan publik untuk memberantas aksi kriminal jalanan yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Advertisement

Situasi di Belawan belakangan ini memanas setelah gelombang keluhan warga soal maraknya begal terus menggema di media sosial dan forum-forum warga.

Tekanan publik itu akhirnya berbuah hasil, dua pelaku yang selama ini membuat resah pengguna jalan berhasil dilumpuhkan polisi.

Baca Juga  Kabur Minta “Pipis”, Begal Medan Tumbang Diterjang Peluru

SS (43) dan JS (24) ditangkap dalam operasi gabungan Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan bersama Polsek Belawan.

Baca Juga: Longsor Mardame Tewaskan Satu Keluarga, Banjir Meluas di Badiri, Sarudik, Lumut, dan Sibolga

Keduanya disebut sebagai eksekutor utama pembegalan terhadap seorang warga bernama Guntur, pada 7 November 2025 di Jalan KL Yos Sudarso, tepat di depan Gang Satahi, lokasi yang warga sebut sebagai titik paling rawan di kawasan itu.

Wajah gang yang lama dikenal sebagai sarang aksi kriminal itu berubah seketika.

Dua pelaku yang selama ini seolah tak tersentuh kini roboh setelah mendapat tindakan tegas dari aparat.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan respons langsung terhadap keresahan publik.

Baca Juga  PN Siantar Dituding Lakukan Eksekusi Ilegal Terhadap Rumah di Jalan MH Sitorus

“Begitu laporan dan dukungan warga masuk, kami langsung mempercepat penyelidikan. Dua pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat,” tegasnya, Selasa (25/11/2025).

Namun, penangkapan SS dan JS tidak berlangsung mulus.

Baca Juga: Satu Keluarga Tewas Tertimbun Longsor Tapanuli Tengah, Puluhan Desa Terisolasi dan Jaringan Komunikasi Terputus

Keduanya disebut melakukan perlawanan dan membahayakan keselamatan anggota di lapangan.

Polisi tidak punya pilihan selain mengambil tindakan tegas terukur hingga keduanya tersungkur.

Dari tangan keduanya, polisi menyita sebilah pisau yang digunakan untuk menodong korban.

Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan keterlibatan mereka dalam tiga aksi perampokan lain yang sebelumnya menghantui warga Belawan.

Tidak berhenti di situ, aparat masih memburu sejumlah nama lain yang diduga bagian dari jaringan yang sama.

Baca Juga  Dugaan Pelanggaran Etik Robin Manurung, Ketua BKD Terkesan Inkonsisten

AKBP Wahyudi menambahkan bahwa operasi ini hanya langkah awal.

“Kami tidak berhenti pada dua orang ini. Pemburu kami masih terus bergerak untuk memutus rantai pelaku lainnya demi keamanan masyarakat Belawan,” ujarnya.

Di wilayah yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai “jalur gelap” bagi pengendara, penangkapan ini menjadi sinyal kuat bahwa polisi tidak lagi sekadar menunggu laporan, tetapi menjemput sumber ancaman itu langsung ke akar-akarnya.

Warga pun berharap momentum ini menjadi titik balik, mengakhiri bayang-bayang begal yang selama ini seolah menjadi bagian dari napas jalanan Belawan. [bkr]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini