Medan, Sinata.id – Lebih dari 1,8 juta warga Sumatera Utara masih bergulat dengan dampak bencana, dengan 13.690 jiwa terpaksa mengungsi dan 375 nyawa melayang.
Kerugian material diperkirakan mencapai Rp18,43 triliun per 12 Januari 2026, sementara ribuan keluarga kehilangan rumah, sekolah, dan akses transportasi.
Upaya pemulihan kini menjadi prioritas utama melalui Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di Kantor Gubernur Sumut.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti kerusakan parah di berbagai sektor yang diderita warga terdampak, termasuk jalan raya, jembatan, sekolah, rumah ibadah, permukiman, dan fasilitas publik.
Rapat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas R3P di Aula Raja Inal Siregar, Senin (12/1/2026), membahas percepatan pemulihan infrastruktur, perumahan, layanan publik, serta sosial-ekonomi masyarakat.
Penyusunan Rencana R3P dijadikan pedoman agar bantuan tepat sasaran bagi jutaan korban.
Bupati Batu Bara, H Baharuddin Siagian, yang hadir dalam rapat, menegaskan prioritas pemulihan bagi warga setempat.
“Kami memprioritaskan pemulihan akses pendidikan, perbaikan jalan, dan permukiman agar masyarakat terdampak bisa kembali beraktivitas normal. Infrastruktur yang dibangun juga akan lebih aman dan tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.
Di Kabupaten Batu Bara, pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan untuk menangani sektor pendidikan, jalan provinsi, kabupaten/kota, serta desa secara bertahap.
Mendagri Tito menekankan sinergi pemerintah pusat dan daerah agar pemulihan efektif. Prioritas Satgas R3P mencakup pembersihan lumpur, perbaikan akses jalan, dan fasilitas kesehatan, memastikan pelayanan optimal bagi 1,8 juta warga terdampak.
Diharapkan, semua langkah selaras dengan R3P untuk pemulihan cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan. (SN10)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini