PARIS, Sinata.id – Final tunggal putra French Open 2026 akan menghadirkan juara Grand Slam baru.
Petenis Jerman Alexander Zverev dan petenis Italia Flavio Cobolli akan saling berhadapan di partai puncak Roland Garros, Minggu (7/6/2026), untuk memperebutkan gelar mayor pertama dalam karier mereka.
Pertemuan ini menjadi salah satu final paling tak terduga dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah unggulan utama berguguran lebih awal, termasuk Jannik Sinner dan Novak Djokovic, sementara Carlos Alcaraz juga gagal melaju hingga akhir turnamen.
Bagi Zverev, ini merupakan final Grand Slam keempat sepanjang kariernya.
Unggulan kedua tersebut sebelumnya selalu gagal mengangkat trofi pada tiga kesempatan terdahulu, termasuk saat kalah dramatis dari Dominic Thiem di final US Open 2020.
Kini, petenis berusia 29 tahun itu kembali mendapatkan peluang emas untuk mengakhiri penantian panjangnya.
Zverev tampil impresif sepanjang turnamen dengan hanya kehilangan dua set.
Servis keduanya yang dulu kerap menjadi titik lemah kini justru menjadi salah satu senjata andalannya.
Statistik menunjukkan ia memenangkan 66 persen poin dari servis kedua, termasuk yang terbaik di antara peserta turnamen.
Dalam perjalanan menuju final, Zverev berhasil menyingkirkan sensasi muda Spanyol Rafael Jodar di perempat final sebelum mengalahkan Jakub Mensik dalam empat set pada semifinal.
Di sisi lain, Cobolli menciptakan kisah kejutan terbesar di Roland Garros tahun ini.
Petenis Italia berusia 24 tahun tersebut melangkah ke final Grand Slam pertamanya setelah sebelumnya belum pernah melampaui babak perempat final turnamen mayor.
Cobolli mendapatkan keuntungan tambahan karena memiliki waktu istirahat lebih panjang.
Ia lolos ke final setelah Matteo Arnaldi mundur dari semifinal sehingga dapat mempersiapkan diri selama lebih dari tiga hari penuh.
Spesialis lapangan tanah liat itu juga memiliki modal penting menjelang final.
Beberapa pekan lalu, ia sukses mengalahkan Zverev di semifinal Hamburg Open.
Hasil tersebut diyakini dapat meningkatkan kepercayaan dirinya saat menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.
Performa Cobolli sepanjang turnamen juga cukup meyakinkan.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini