Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Warganet Curiga Aplikasi World App Modus Jual-Beli Biometrik Retina Mata Pengguna

aplikasi world app tengah menjadi sorotan publik setelah menarik perhatian masyarakat luas karena menjanjikan imbalan kripto.
Retina (Ilustrasi).

Sinata.idWorld App tengah menjadi sorotan publik setelah menarik perhatian masyarakat luas karena menjanjikan imbalan dalam bentuk kripto World Coin bagi para pengguna yang mendaftar melalui aplikasinya.

Aplikasi World App

Popularitas aplikasi ini meningkat pesat karena World Coin yang diperoleh pengguna diklaim dapat dikonversi menjadi uang tunai. Hal inilah yang memicu gelombang antusiasme dari banyak pihak untuk bergabung dalam platform tersebut.

Advertisement

Namun di balik tawaran menarik tersebut, muncul kekhawatiran serius dari masyarakat. Salah satu prosedur yang diwajibkan oleh World App adalah pemindaian retina mata pengguna di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Prosedur ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keamanan dan privasi data biometrik.

Baca Juga  Bitcoin Gagal Jadi ‘Emas Digital’, Pasar Kripto Ambruk Triliunan Rupiah!

Perdebatan semakin menghangat setelah seorang warganet dengan akun @jackjackparrr menyampaikan pendapat kritisnya melalui media sosial X (sebelumnya Twitter) pada 3 Mei 2025. Dalam cuitannya, ia menilai bahwa kehadiran World App merupakan bentuk penetrasi asing yang secara terbuka melakukan jual beli data biometrik warga Indonesia.

“Selalu bicara soal ancaman asing, tapi ini nyata, kita sedang diserang secara terbuka. Data retina diperjualbelikan tanpa transparansi, sementara pemerintah belum bersuara, padahal cabangnya sudah tersebar luas dan masyarakat minim informasi,” tulisnya.

Ia juga menyebut bahwa World App telah diblokir di sejumlah negara, sementara di Indonesia aplikasi tersebut masih beroperasi bebas. Menurutnya, penyalahgunaan data biometrik retina dapat menimbulkan risiko besar di masa depan, khususnya ketika akses terhadap berbagai layanan penting semakin bergantung pada teknologi biometrik.

Baca Juga  Bitcoin Terjun Bebas Lima Hari Beruntun, Tekanan Jual Tak Terbendung

“Bayangkan beberapa tahun ke depan, semua akses menggunakan verifikasi retina, dan datanya sudah lebih dulu dijual ke pihak asing. Bisa terjadi penyalahgunaan terhadap data identitas pribadi, rekening bank, hingga asuransi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Mengutip informasi dari situs resmi World.org per 3 Mei 2025, saat ini telah tersedia 29 lokasi resmi di Indonesia untuk melakukan pemindaian retina guna keperluan verifikasi di World App. Lokasi-lokasi tersebut mencakup berbagai wilayah, antara lain:

  1. Pondok Gede

  2. Jatibening

  3. Kedoya

  4. Bundaran Senayan

  5. Palem Cengkareng

  6. Ciracas

  7. Otista

  8. Jalan Rengas Raya (Bintaro)

  9. Terminal Bekasi

  10. Cibinong

  11. ITC Kuningan

  12. CIBIS

  13. Kelapa Gading

  14. Harapan Indah

  15. Madison Grande (Serpong)

  16. Tanah Abang

  17. Rawa Lumbu

  18. Mangga Dua Mall

  19. Suvarna Sutera (Pasar Kemis)

  20. Meruya

  21. Depok

  22. Tomang

  23. Green Garden

  24. Perumnas Klender

  25. ITC Fatmawati

  26. Gunung Sindur

  27. Sunter

  28. Kemayoran

  29. Graha Raya

Baca Juga  Janjikan Cuan, Aplikasi World App Kini Menjadi Perbincangan Hangat

Dengan semakin meluasnya jangkauan World App di Tanah Air, pemerintah diharapkan segera memberikan kejelasan terkait regulasi perlindungan data pribadi, khususnya yang berkaitan dengan biometrik, guna menghindari potensi penyalahgunaan data di masa depan. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini