Menurut dia, doa para alim ulama menjadi penopang bagi para pemimpin dalam menjalankan amanah, mulai dari kepala daerah hingga pejabat publik lainnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memuliakan guru dan ulama sebagai pewaris nabi.
Bentuk penghormatan sederhana, seperti berbagi makanan saat pengajian, disebutnya sebagai tradisi kecil yang sarat makna.
Tabligh akbar ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarwarga.
Kehadiran jamaah dari berbagai kalangan, khususnya kaum ibu, menciptakan suasana religius yang hidup dan penuh kebersamaan.
Ucay turut mengapresiasi antusiasme jamaah perempuan yang dinilainya sebagai kekuatan utama dalam menjaga semangat keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini mengusung pesan utama tentang kemuliaan ulama, pentingnya kebersamaan umat, serta sinergi antara pemimpin dan rakyat.
Ucay pun mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para pemimpin agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam melayani masyarakat.
“Kalau ulama dimuliakan dan pemimpin didoakan, insyaallah daerah akan penuh keberkahan,” katanya.
Tabligh Akbar Pesta Tapanuli 2026 menjadi momentum memperkuat iman sekaligus membangun harmoni sosial dan ekonomi umat. (SN18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini