Pematangsiantar, Sinata.id – Pemerintah Kota Pematangsiantar terus mengintensifkan berbagai strategi untuk menekan angka pengangguran terbuka yang masih tergolong tinggi dibandingkan tingkat nasional dan Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan data terbaru, pengangguran di Pematangsiantar pada tahun 2025 berada di angka 7,74 persen, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 8,00 persen. Meski demikian, angka ini masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 4,85 persen dan provinsi sebesar 5,32 persen.
Dalam upaya mengatasi persoalan tersebut, Pemko Pematangsiantar mengusung kebijakan terpadu yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penciptaan lapangan kerja baru.
Pelatihan dan Sertifikasi Jadi Prioritas
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi yang disertai sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Pada periode 2024–2025, persentase tenaga kerja bersertifikat menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan mencapai lebih dari 93 persen. Hal ini menjadi indikator positif dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
Job Fair dan Informasi Lowongan Kerja
Pemko juga aktif menggelar job fair serta memperkuat sistem informasi pasar kerja melalui platform digital seperti website dan media sosial. Tercatat, ratusan pencari kerja berhasil mendapatkan pekerjaan melalui kegiatan bursa kerja yang melibatkan berbagai perusahaan.
Selain itu, pemerintah mendorong implementasi wajib lapor lowongan kerja oleh perusahaan, sesuai regulasi yang berlaku, guna memastikan transparansi dan ketersediaan informasi bagi masyarakat.
Dorong Wirausaha dan Ekonomi Kreatif
Tidak hanya berfokus pada penempatan kerja formal, Pemko Pematangsiantar juga mendorong pertumbuhan wirausaha baru melalui pelatihan, pendampingan, serta akses permodalan.
Program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu menciptakan kota yang cerdas, sehat, kreatif, dan selaras, dengan menitikberatkan pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis kreativitas.
Kolaborasi Multi Pihak
Upaya penanganan pengangguran juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas terkait, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga organisasi seperti APINDO dan KADIN.
Kolaborasi ini mencakup penyelarasan kebutuhan industri dengan kurikulum pendidikan (link and match), pemagangan, hingga penempatan tenaga kerja di dalam dan luar negeri.
Inovasi: Klinik Konseling Ketenagakerjaan
Sebagai inovasi pelayanan publik, Pemko menghadirkan Klinik Konseling Ketenagakerjaan yang memberikan layanan terpadu bagi pencari kerja, pekerja, hingga korban PHK.
Layanan ini tidak hanya menyediakan informasi lowongan kerja, tetapi juga pendampingan psikologis, asesmen kompetensi, serta solusi atas permasalahan ketenagakerjaan yang dihadapi masyarakat.
Upaya menekan pengangguran bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut masa depan masyarakat dan kesejahteraan kota. Langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Pematangsiantar menunjukkan komitmen nyata dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan mandiri.
Keberhasilan program ini tentu membutuhkan dukungan semua pihak, agar Pematangsiantar benar-benar menjadi kota yang produktif, kreatif, dan sejahtera bagi seluruh warganya.(SN7).









Jadilah yang pertama berkomentar di sini