Jakarta, Sinata.id – Ternyata, indra kita bisa menjadi alat ampuh untuk mengubah kebiasaan makan
Kita mungkin merasa sepenuhnya mengendalikan apa yang kita makan — tetapi kenyataannya, indra kita terus-menerus memengaruhi pilihan makanan tanpa kita sadari.
Kabar baiknya, pemahaman ini justru bisa dimanfaatkan untuk mendorong pola makan yang lebih sehat.
Charles Spence, psikolog ilmu pangan dari Universitas Oxford, menegaskan bahwa rasa bukan semata-mata soal mulut.
"Semua indra kita terlibat," ujarnya, dikutip dari BBC, Senin (15/6/2026).
Sebelum makanan menyentuh lidah pun, otak sudah membentuk ekspektasi berdasarkan apa yang kita lihat, dengar, rasakan, dan cium.
Berikut tujuh cara memanfaatkan fenomena ini:
1. Waspadai kemasan berwarna cerah. Kemasan mencolok memicu keinginan membeli makanan tidak sehat. Simpan camilan manis dalam toples buram agar terbebas dari godaan visual tersebut.
2. Perhatikan posisi produk di rak. Supermarket sengaja menempatkan produk mahal dan tidak sehat di area yang mudah terjangkau. Lirik rak yang kurang mencolok untuk menemukan pilihan yang lebih baik.
3. Gunakan mangkuk yang lebih berat. Penelitian menunjukkan bahwa makan dari wadah yang lebih berat membuat seseorang merasa lebih kenyang, bahkan sebelum menyentuh makanan. Peralatan makan yang lebih berat juga meningkatkan kepuasan terhadap rasa.
4. Sajikan makanan dengan indah. Tampilan piring yang menarik meningkatkan selera dan membuat makanan rendah kalori terasa lebih menggugah. Sebuah studi menemukan bahwa salad yang ditata seperti lukisan Kandinsky dinilai lebih lezat oleh peserta.
5. Putar musik yang lebih lambat. Musik bertempo lambat membuat kita makan lebih pelan, yang berujung pada konsumsi kalori lebih sedikit. Sebaliknya, hindari distraksi seperti televisi atau ponsel saat makan.
6. Perbanyak volume dengan makanan sehat. Barbara Rolls, profesor ilmu gizi dari Pennsylvania State University, menemukan bahwa menambahkan sayuran pure seperti kembang kol atau bayam ke dalam makanan bisa mengurangi kalori hingga 25% tanpa mengurangi rasa kenyang.
7. Waspadai "efek perut dessert". Hanya melihat makanan penutup sudah cukup membuat kita menginginkannya meski perut sudah penuh. Menyadari bahwa godaan ini dipicu oleh indra — bukan rasa lapar — adalah langkah pertama untuk mengatasinya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.