MENU
Banner SINATA.ID
Turis di Okinawa Bantu Ilmuwan Lacak Hiu dan Pari yang Terancam Punah
WA FB
Wisata & Kuliner

Turis di Okinawa Bantu Ilmuwan Lacak Hiu dan Pari yang Terancam Punah

Wisatawan yang berlibur dan menyelam di perairan, Jepang, kini tidak hanya menikmati keindahan bawah laut.

T Editor : Tigor Munthe | 14 Jun 2026 | 12:02 WIB
Turis di Okinawa Bantu Ilmuwan Lacak Hiu dan Pari yang Terancam Punah
Para penyelam di sekitar Ishigaki membantu para ilmuwan melacak hiu dengan mencatat penampakan serta mengunggah foto-foto yang mereka ambil. (Foto: Getty Images/BBC)

OKINAWA, Sinata.id – Wisatawan yang berlibur dan menyelam di perairan Okinawa, Jepang, kini tidak hanya menikmati keindahan bawah laut.

Melalui program sains warga (citizen science) terbaru, mereka juga ikut membantu para peneliti melacak populasi hiu dan pari yang terancam oleh perubahan iklim serta aktivitas manusia.

Program yang diluncurkan organisasi penyelaman internasional PADI itu bernama Shark & Ray Conservation Specialty Course. 

Melalui pelatihan tersebut, penyelam rekreasi diajarkan cara mengumpulkan data ilmiah berupa foto, lokasi, tanggal, dan waktu penampakan hiu maupun pari selama penyelaman.

Data kemudian diunggah ke aplikasi PADI Aware dan akan dianalisis oleh peneliti dari James Cook University di Australia sebelum digunakan berbagai organisasi konservasi untuk mendukung kebijakan perlindungan spesies laut.

Menurut PADI, hiu dan pari merupakan indikator penting kesehatan ekosistem laut. Namun populasi keduanya terus menurun akibat perburuan, perdagangan sirip hiu, pemanfaatan bagian tubuh pari untuk pengobatan tradisional, serta tangkapan sampingan dari aktivitas perikanan.

"Kami meluncurkan Sensus Global Hiu dan Pari bersamaan dengan program ini untuk membantu mengumpulkan data yang selama ini masih terbatas," kata Samantha Pearson dari PADI, dikutip dari BBC, Minggu (14/6/2026).

Salah satu lokasi utama program ini berada di Pulau Ishigaki, Okinawa, yang terkenal sebagai habitat pari manta. 

Para penyelam diajarkan cara mengambil foto bagian bawah tubuh manta karena pola bintik-bintiknya unik seperti sidik jari manusia sehingga dapat digunakan untuk mengidentifikasi individu secara akurat.

Pendiri Japan Manta Project, Rika Ozaki, mengatakan dokumentasi foto dari wisatawan sangat membantu upaya pemantauan populasi manta yang mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain ancaman penangkapan ikan, ekosistem laut Okinawa juga menghadapi tekanan besar akibat perubahan iklim.

Di Desa Onna, yang dikenal sebagai kawasan konservasi terumbu karang, pemutihan karang besar-besaran pernah menghancurkan sekitar 90 persen terumbu karang pada 1998. 

Kondisi kembali memburuk pada 2024 ketika suhu laut mencapai 34 derajat Celsius akibat tidak adanya topan musiman yang biasanya membantu mendinginkan perairan.

Kerusakan terumbu karang tersebut berdampak langsung pada populasi hiu karang yang kehilangan habitat dan sumber makanan.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.