Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Religi

Tanpa Mengampuni, Doa Tak Akan Diampuni

kasih tidak sombong: refleksi iman kristen dari kisah daud dan goliat
Pdt Mis Ev Daniel Pardede, MH.

Oleh: Pdt Mis Ev. Daniel Pardede,SH.MH

Renungan “Sarapan Pagi Kristen” kembali mengingatkan umat Tuhan mengenai pentingnya hidup dalam pengampunan. Mengutip Matius 6:14-15, firman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa pengampunan dari Bapa di surga bergantung pada kerelaan hati manusia untuk mengampuni sesamanya.

Advertisement

Ayat tersebut berbunyi: “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Melalui renungan ini, umat diingatkan bahwa permohonan ampun kepada Tuhan menjadi sia-sia bila seseorang masih menyimpan kebencian, dendam, atau kesalahan orang lain di dalam hatinya. Tanpa pengampunan dari diri sendiri kepada orang lain, pintu pengampunan dari Tuhan pun tertutup.

Baca Juga  Berani Diuji Tuhan, Hidup Dalam Ketulusan Seperti Daud dan Ayub

Renungan itu juga menegur dengan keras para “sinners”—orang yang menyadari dirinya berdosa—bahwa meminta ampun tanpa terlebih dahulu mengampuni adalah tindakan yang sia-sia. Bahkan, ketika seseorang mengucapkan Doa Bapa Kami dan berkata “ampunilah kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami,” namun kenyataannya masih menyimpan dendam, maka doa itu berubah menjadi dusta di hadapan Tuhan.

Peringatan ini menjadi panggilan untuk setiap orang percaya agar memeriksa hati, belajar melepaskan sakit hati, dan membuka pintu rekonsiliasi. Sebab hanya di dalam pengampunan ada pemulihan dan keselamatan.

Kiranya renungan hari ini menuntun setiap pembaca untuk hidup dalam ketulusan, membuang kepahitan, dan mengalami kuasa pengampunan sejati dari Tuhan. Shalom.(A27).

Baca Juga  Perjuangan Iman di Tengah Tantangan Zaman: Refleksi Filipi 4:2–3

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini