Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K •DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Sempat Dilaporkan Hilang, Bocah 7 Tahun Tewas Tertimbun Tanah

seorang bocah berinisial ka, 7 tahun, ditemukan meninggal dunia diduga akibat tertimbun tanah di kelurahan tambun nabolon, kecamatan siantar martoba, kota pematangsiantar.
Warga menemukan korban tertimbun dalam tanah. ist

Pematangsiantar, Sinata.id – Seorang bocah berinisial KA, 7 tahun, ditemukan meninggal dunia diduga akibat tertimbun tanah di Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Berdasarkan keterangan Lurah Tambun Nabolon, Tri Yunita, korban dilaporkan hilang pada Rabu sore. Proses pencarian berawal dari penemuan sandal milik korban di sekitar lokasi.

Advertisement

“Semalam hilangnya (Rabu 31/12/2025). Kemungkinan hilangnya kemarin sore, karena ada sandalnya di situ, jadi inisiatif warga melihat ke situ,” ucapnya, melalui sambungan telepon, Kamis malam (1/1/2026).

Lanjutnya, KA diketahui sedang bersama seorang teman berinisial D, yang merupakan cucu dari Ketua RT. Jenazah korban saat ini masih berada di rumah sakit.

“Yang penting anak itu sudah dapat ya, Alhamdulillah,” ujarnya.

Baca Juga  Menteri KKP Mendadak Pingsan saat Pimpin Penghormatan Korban Pesawat ATR 42-500

Terkait status lahan tempat kejadian, Tri Yunita memaparkan tanah tersebut milik perorangan dan diduga akan digunakan untuk pembangunan perumahan, meski pihak kelurahan belum mendapatkan pemberitahuan resmi.

“Itu tanah milik seseorang, itu kemungkinan memang kami belum dikasih tahu mau dibangun apa, biasanya warga ini kan tidak mau memberi tahu, setahu kami itu mau jadi perumahan,” tuturnya.

Ia menegaskan pihaknya masih melakukan penelusuran mengenai kepemilikan lahan yang sebenarnya.

“Untuk pemilik belum tahu, ini lagi dicari tahu ya,” katanya.

Menanggapi pertanyaan apakah lokasi kejadian merupakan gundukan (timbunan) tanah, ia menyangkal. Ia menjelaskan tanah di lokasi tampaknya sedang dalam proses perataan.

“Kalau gundukan tanah sih bukan ya, tapi kayaknya dia mau meratakan ya,” katanya.

Baca Juga  Widhi Pujianto Loncat dari Kapal di Lampung Selatan, Penyelamatan Berlangsung Dramatis

Untuk proses selanjutnya, Lurah menyatakan pemakaman akan dilaksanakan pada Jumat (2/1/2026), namun waktu pastinya masih diserahkan kepada keluarga.

“Ini lagi di rumah sakit, pastinya besok untuk dikuburkan. Jam berapa kita kurang tahu, itu pihak keluarga lah,” ujarnya.

Penulis: Hendrik Nainggolan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini