3. Apa dampak nyata ketika Tuhan dijadikan terang hidup?
4. Apakah ketakutan masih mendominasi, atau iman yang memimpin langkah?
5. Mengapa kita tidak perlu takut menghadapi masa depan?
6. Bagaimana posisi Tuhan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan pelayanan kita?
7. Berkat apa yang telah kita terima pagi ini, bahkan di tengah keterbatasan dan tantangan?
Pertanyaan-pertanyaan perenungan tersebut menuntun setiap orang percaya untuk melihat kembali sumber pengharapan sejati.
Terang tidak pernah berasal dari keadaan, melainkan dari Tuhan sendiri.
Ketika hubungan dengan Tuhan terpelihara, relasi dengan sesama dijaga, dan iman terus dipupuk, maka terang Kristus akan tetap bersinar—bahkan di tengah kegelapan yang paling pekat sekalipun.
Kiranya setiap langkah hidup kita senantiasa dipimpin oleh terang Tuhan, sehingga di tengah dunia yang gelap dan penuh ketidakpastian, kita tetap berdiri teguh, memancarkan kasih, iman, dan pengharapan sebagai saksi Kristus bagi sesama.
Tetap bersaat teduh dan setia dalam iman.(A27).
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.