Pematangsiantar, Sinata.id – Petinju asal Amerika Serikat, Ryan Garcia, memastikan dirinya mematuhi seluruh aturan menjelang pertarungan perebutan gelar kelas welter versi WBC melawan juara bertahan, Mario Barrios.
Garcia tercatat berada dalam batas toleransi berat badan tujuh hari sebelum duel utama yang akan digelar melalui siaran pay-per-view DAZN pada 21 Februari di T-Mobile Arena, Las Vegas.
Lolos Pemantauan Berat Badan
Sesuai ketentuan, kedua petinju wajib menyerahkan bukti video berat badan tujuh hari sebelum laga. Batas maksimal yang diizinkan adalah 152 pon, atau sekitar 3 persen di atas limit kelas welter (147 pon).
Baca juga:PSIM vs Persis Berakhir 0-0, Duel Panas Liga Super di Maguwoharjo
Barrios (29-2-2, 18 KO) mencatatkan berat 150,6 pon, masih lebih dari satu pon di bawah ambang batas. Sementara Garcia (24-2, 20 KO) bahkan lebih ringan dengan berat 149,4 pon.
Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, turut mengunggah hasil resmi tersebut melalui media sosial tak lama setelah laporan diterima.
Sebelumnya, Garcia sempat terlambat menyerahkan laporan pemeriksaan berat badan 14 hari sebelum laga. Saat itu, beratnya tercatat 154,2 pon sekitar lima pon lebih ringan dibanding catatan sebelumnya namun pengajuan dilakukan melewati tenggat waktu sehingga ia dikenai denda sebesar 5.000 dolar AS. WBC juga memperingatkan akan berkoordinasi dengan komisi tinju setempat jika terjadi pelanggaran lanjutan.
Di sisi lain, Barrios memenuhi kewajiban pemeriksaan 14 hari tepat waktu dengan berat 153 pon, masih dalam toleransi 5 persen dari batas kelas welter.
Dengan lolosnya dua tahap pemantauan tersebut, kedua petinju kini hanya perlu fokus pada penimbangan resmi sehari sebelum pertandingan.
Baca juga:Super Eagles Hantam Gabon 4-1 di Duel Menuju Piala Dunia 2026
Rekam Jejak dan Misi Gelar
Barrios akan menjalani pertahanan gelar ketiganya sebagai juara kelas welter WBC. Ia sebelumnya merebut sabuk interim setelah menang angka atas Yordenis Ugas pada September 2023.
Petinju asal San Antonio itu datang ke laga ini dengan modal dua hasil imbang beruntun dalam duel 12 ronde, termasuk melawan legenda tinju delapan divisi, Manny Pacquiao, pada 19 Juli lalu di MGM Grand Garden Arena.
Bagi Garcia, pertarungan ini menjadi kesempatan resmi pertamanya memperebutkan gelar penuh WBC. Sebelumnya, ia gagal memenuhi batas berat badan saat dijadwalkan menantang sabuk WBC kelas 140 pon milik Devin Haney pada April 2024 di Barclays Center.
Situasi tersebut semakin rumit setelah Garcia dinyatakan positif menggunakan zat terlarang ostarine. Ia dijatuhi skorsing satu tahun, dan kemenangan atas Haney diubah menjadi no-contest.
Setelah kembali bertarung, Garcia mengalami kekalahan dari Rolando “Rolly” Romero dalam perebutan gelar WBA kelas 147 pon pada Mei lalu di New York.
Duel Emosional di Las Vegas
Laga akhir pekan ini juga menjadi pertarungan pertama Garcia di Las Vegas sejak kekalahan KO ronde ketujuh dari Gervonta Davis pada April 2023. Meski kalah, duel tersebut mencetak kesuksesan besar dalam penjualan pay-per-view.
Baca juga:Nigeria vs Gabon: Duel Penentu Nasib Tiket Piala Dunia 2026
Menariknya, Joe Goossen yang pernah menjadi pelatih Garcia saat melawan Davis kini justru berada di sudut Barrios. Sementara Garcia kembali ditangani oleh ayahnya, Henry Garcia, sebagai pelatih utama.
Pertarungan ini diprediksi menjadi momen pembuktian bagi Garcia untuk kembali ke jalur perebutan gelar sekaligus memulihkan reputasinya di panggung tinju dunia. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini