Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Punya Jabatan Baru, Bahlil Lahadalia Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Energi Nasional

bahlil lahadalia
Bahlil Lahadalia. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Dengan jabatan baru di pundaknya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen untuk memperkuat arah kebijakan energi nasional. Penegasan itu disampaikan setelah ia dipercaya mengemban peran strategis di Dewan Energi Nasional untuk periode mendatang.

Penugasan tersebut menempatkan Bahlil pada posisi kunci dalam perumusan kebijakan energi Indonesia, mulai dari ketahanan pasokan hingga arah transisi energi. Pemerintah menilai peran ini krusial di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor energi, baik dari sisi geopolitik maupun perubahan iklim.

Advertisement

Usai pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Bahlil menyatakan bahwa sektor energi tidak bisa lagi dikelola dengan pendekatan biasa. Menurutnya, kebijakan energi harus menjadi fondasi pembangunan nasional dan dijalankan secara terukur serta berkelanjutan.

Baca Juga  Laka Lantas di Parapat: 6 Korban, 3 Selamat dan 3 Meninggal Dunia

“Energi adalah urat nadi pembangunan. Karena itu, kebijakan yang disusun harus menjamin kepastian pasokan, keterjangkauan, dan keberlanjutan,” ujar Bahlil, menegaskan fokus utama dalam tugas barunya, dikutip Rabu (28/1/2026).

Dalam peran barunya, Bahlil menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber energi konvensional dan percepatan pengembangan energi baru terbarukan. Ia menilai, Indonesia tidak boleh hanya reaktif terhadap perubahan global, tetapi harus memiliki peta jalan yang jelas dan berpihak pada kepentingan nasional.

Bahlil juga menyoroti perlunya koordinasi lintas sektor agar kebijakan energi tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi menjadi kunci untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini