Banda Aceh, Sinata.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh mengungkap kronologi ledakan yang terjadi di Kapal Aceh Hebat 2 saat bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dhiza Fezuono, menjelaskan bahwa insiden bermula saat para taruna praktik dari Politeknik Pelayaran Malahayati melaksanakan kegiatan praktik lapangan di atas kapal yang baru tiba dari Sabang.
Setelah naik ke kapal, para taruna diarahkan menuju kamar mesin untuk mengikuti sesi pengenalan peralatan yang dipandu oleh Kepala Kamar Mesin (KKM). Saat kegiatan berlangsung, dilakukan demonstrasi pengoperasian electro motor hydraulic pada pintu sekat kedap kamar mesin.
Namun, ketika peralatan tersebut dioperasikan, tiba-tiba terjadi ledakan pada pompa hidrolik yang berada di ruang Auxiliary Engine (AE) kamar mesin kapal. Ledakan tersebut mengakibatkan Kepala Kamar Mesin dan 14 taruna mengalami luka bakar serta sejumlah luka lainnya.
Seluruh korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan medis.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Penyelidikan
Pasca-kejadian, aparat kepolisian langsung melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain mengamankan lokasi kejadian, melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan, serta menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) melalui Tim Inafis Satreskrim Polresta Banda Aceh.
Selain itu, polisi juga mendata para korban dan saksi yang mengetahui peristiwa tersebut serta berkoordinasi dengan pihak ASDP dan Politeknik Pelayaran Malahayati terkait penanganan korban.
Dugaan Awal Penyebab Ledakan
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari Rifai (42), Juru Minyak Kapal Aceh Hebat 2, dugaan sementara ledakan dipicu oleh tingginya suhu di ruang kamar mesin dan pengoperasian panel hidrolik pintu yang berlangsung terlalu lama.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan electro motor hydraulic mengalami panas berlebih hingga menimbulkan percikan api yang kemudian memicu ledakan.
Meski demikian, Kompol Miftahuda Dhiza Fezuono menegaskan bahwa penyebab pasti insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan dan memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.