Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Olahraga

Polemik Naturalisasi! Pemain Timnas Indonesia Terancam Tak Bisa Main di Belanda

polemik naturalisasi! pemain timnas indonesia terancam tak bisa main di belanda
Pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner. (antara)

Jakarta, Sinata.id – Sepak bola Tanah Air tengah dihebohkan oleh polemik pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berkarier di Belanda.

Sejumlah pemain dikabarkan tidak dapat tampil akibat kendala regulasi di kompetisi setempat.

Advertisement

Empat pemain yang terdampak adalah Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen).

Permasalahan ini muncul karena sebelumnya para pemain tersebut berstatus warga negara Belanda. Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), status mereka berubah menjadi pemain asing yang harus mengikuti aturan kompetisi di Belanda.

Dampak ke Timnas dan Karier Pemain

Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada performa Timnas Indonesia, mengingat jam terbang pemain di klub sangat penting untuk menjaga kualitas permainan.

Baca Juga  Eliano Reijnders Diminati Klub Liga Azerbaijan, Persib Terancam Kehilangan

Selain itu, polemik ini juga berpotensi menjadi hambatan bagi pemain Indonesia lainnya yang ingin berkarier di Eropa.

Aturan Pemain Asing di Liga Eropa

Setiap liga di Eropa memiliki regulasi berbeda terkait pemain asing:

Inggris (Liga Primer)
Tidak ada batasan langsung pemain asing, tetapi dalam skuad 25 pemain hanya boleh ada maksimal 17 pemain non-lokal.

Italia (Serie A)
Tidak membatasi jumlah pemain asing secara langsung, namun terdapat kuota pemain non-Uni Eropa serta kewajiban pemain binaan lokal.

Spanyol (La Liga)
Klub hanya diperbolehkan memiliki maksimal tiga pemain non-Uni Eropa.

Prancis (Ligue 1)
Membatasi empat pemain non-Uni Eropa, dengan pengecualian bagi negara tertentu berdasarkan perjanjian internasional.

Baca Juga  Hasil Colorado Rapids vs Inter Miami: Messi dan Berterame Bawa The Herons Unggul Dua Gol di Babak Pertama

Jerman (Bundesliga)
Tidak ada batasan langsung, tetapi mewajibkan jumlah pemain lokal dan lulusan akademi dalam skuad.

Portugal
Tidak ada batasan langsung, namun klub wajib memiliki sejumlah pemain binaan lokal.

Aturan Khusus di Belanda

Di Eredivisie, sebenarnya tidak ada batasan jumlah pemain asing dalam skuad. Namun, terdapat aturan khusus terkait gaji minimum bagi pemain non-Uni Eropa.

Klub wajib memberikan upah minimum tertentu kepada pemain asing. Hal inilah yang menjadi kendala utama bagi pemain naturalisasi Indonesia di Belanda.

Polemik Paspor dan Solusi

Permasalahan semakin kompleks setelah muncul polemik kewarganegaraan ganda. Beberapa klub bahkan sempat memprotes status pemain dalam pertandingan resmi.

Dampaknya, sejumlah pemain tidak diizinkan tampil bahkan berlatih bersama tim.

Baca Juga  Timnas Futsal Indonesia Ukir Sejarah! Kalahkan Jepang dan Lolos ke Final Piala Asia

Kini, solusi yang mulai ditempuh adalah pengajuan kembali kewarganegaraan Belanda oleh beberapa pemain agar dapat memenuhi regulasi liga.

Salah satu contohnya adalah Etienne Vaessen yang memilih kembali menjadi warga negara Belanda setelah mengalami kendala administrasi.

Langkah serupa juga diambil Dylan Vente yang mengajukan pengembalian kewarganegaraan demi bisa kembali tampil di kompetisi.

Harapan Penyelesaian

Seiring perkembangan administrasi yang mulai membaik, para pemain yang terdampak diharapkan dapat segera kembali bermain tanpa hambatan.

Polemik ini menjadi pelajaran penting bagi pengelolaan naturalisasi pemain, khususnya terkait dampaknya terhadap karier di level klub internasional. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini