Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Penumpang Wanita Dilecehkan di KRL Rute Jakarta-Bogor

penumpang wanita dilecehkan di krl rute jakarta-bogor
Ilustrasi

Jakarta, Sinata.id – Seorang penumpang perempuan diduga menjadi korban pelecehan seksual saat menaiki kereta rel listrik (KRL) Commuter Line rute Jakarta Kota–Bogor. Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial setelah beredar rekaman video pengakuan korban kepada petugas stasiun.

Dalam video yang beredar, korban menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya di dalam gerbong. Ia mengaku naik KRL dari Stasiun Manggarai dengan tujuan Bogor. Namun di tengah perjalanan, seorang pria yang berada di belakangnya diduga melakukan tindakan tidak senonoh.

Advertisement

Menurut penuturannya, pelaku diduga menempelkan alat kelaminnya ke tubuh korban dari arah belakang saat kondisi kereta cukup padat. Korban mengaku baru menyadari tindakan tersebut setelah merasakan gerakan mencurigakan.

Baca Juga  7 Anggota Brimob Polda Metro Diperiksa Propam Terkait Kematian Affan

Lebih lanjut, korban menyebut pria tersebut bahkan sempat mengakui perbuatannya secara langsung. Dalam rekaman video, korban menirukan ucapan pelaku yang menyatakan telah menggesekkan tubuhnya kepada korban dan menanyakan apakah korban merasa marah atas tindakan itu.

Alih-alih meminta maaf, pelaku justru mempertanyakan respons korban terhadap perbuatannya. Pengakuan tersebut, menurut korban, disampaikan saat kereta berhenti di Stasiun Citayam. Ia juga menyebut sejumlah penumpang di sekitar lokasi kejadian hanya menyaksikan tanpa memberikan reaksi berarti.

Merasa tidak nyaman dan dirugikan, korban akhirnya melaporkan insiden itu kepada petugas di stasiun berikutnya, yakni Stasiun Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Menanggapi peristiwa tersebut, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membenarkan adanya laporan terkait dugaan pelecehan di dalam KRL. Ia menyampaikan bahwa kejadian itu berlangsung pada 22 Januari lalu dan pihaknya segera melakukan tindak lanjut setelah menerima laporan dari korban.

Baca Juga  Dugaan Pelanggaran Etik Robin Manurung, Ketua BKD Terkesan Inkonsisten

“Kejadian terjadi pada 22 Januari lalu dan kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” ujarnya.

Pihak KAI Commuter juga mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk pelecehan atau tindakan yang mengganggu kenyamanan selama perjalanan. Laporan dapat disampaikan kepada petugas di lapangan maupun melalui kanal resmi perusahaan.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada korban serta siap mendampingi proses hukum jika kasus tersebut dilanjutkan kepada aparat penegak hukum. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini