Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Pengunjung Keluhkan Aksi Pencurian di Meranti Land

pengunjung keluhkan aksi pencurian di meranti land
Screenshot diambil dari rekaman cctv. ist

Simalungun, Sinata.id – Eko, seorang pengunjung keluhkan aksi pencurian di salah satu cafe di Meranti Land Jalan Asahan, KM 4, Kabupaten Simalungun, ia mengaku kehilangan dua helm sekaligus. Tak cuma itu, kekecewaan turut dialaminya saat meminta pihak cafe membuka CCTV, tetapi ditolak.

Peristiwa naas dialami pria tersebut, terjadi pada Selasa 27 Mei 2025 sekira jam 19.00 WIB. Dia menuturkan, dua helm semula diletakkan di atas sepeda motor Honda Verza miliknya, raib digondol maling.

Advertisement

“Saat itu kan pas hujan deras, jadi kami sekalian berteduh cafe ini, helmnya diatas kereta (sepeda motor). Pas mau pulang sudah tidak ada lagi, ” cerita dia kepada wartawan, Jumat (30/5/2025).

Baca Juga  Gelembung AI dan Tarif China Membayangi Ekonomi Dunia

Dikatakan, saat itu ia meminta pihak manajemen cafe untuk melihat CCTV yang mengarah ke tempat parkir, namun pihak manajemen enggan memperlihatkan.

Begitupun, esoknya ia berhasil mendapatkan rekaman CCTV dari salon yang berada di sebelah cafe tersebut, namun meminta pertanggungjawaban pihak pengamanan perumahaan Meranti Land itu Eko mengaku kecewa.

“Heran saya, mereka tidak mau bertanggungjawab sama sekali,” tegasnya, sembari mengatakan masih kebingungan mencari uang sekitar Rp 1,2 juta untuk membeli helm serupa.

Sementara menurut salah seorang penjual nasi di depan cafe tersebut, saat ditanyai mengatakan peristiwa pencurian helm juga pernah terjadi, namun ia lupa waktu kejadiannya.

“Ada juga kemarin yang hilang. Tapi lupa aku kapan itu. Makanya banyak pengunjung disini bawa helmnya masuk. Apalagi helmnya harga mahal, ” tuturnya.

Baca Juga  Komplotan Curanmor Spesialis Masjid Ditangkap Polsek Sunggal Dini Hari

Meski menjadi korban pencurian, Eko mengaku tidak melaporkannya kepada pihak kepolisian, karena ia merasa tidak percaya pelaku dapat ditangkap dan bisa mengembalikan kerugiannya.

Sedangkan pihak pengamanan komplek belum dapat dikonfirmasi karena saat ditemui sedang tidak berada ditempat.

Terkait hal ini, Kapolsek Bangun AKP R Simarmata yang dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (30/5) sekitar jam 17.00 WIB, belum memberi tanggapan atas kejadian tersebut. (Akb)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini