Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Pengakuan Pilu Mahasiswi Unima Sebelum Ditemukan Tewas, Hidup dalam Ketakutan…

evia maria mangolo, mahasiswi unima, diduga mengalami trauma psikologis berat akibat pelecehan seksual sebelum ditemukan meninggal di kosan tomohon. polisi masih mendalami kasus ini.
Evia Maria Mangolo, mahasiswi Unima, diduga mengalami trauma psikologis berat akibat pelecehan seksual sebelum ditemukan meninggal di kosan Tomohon. Polisi masih mendalami kasus ini. (Ist)

Sinata.id – Kematian Evia Maria Mangolo membuka tabir tekanan psikologis berat yang dialami korban sebelum mengakhiri hidupnya. Mahasiswi Unima (Universitas Negeri Manado) semester akhir Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)  itu diduga mengalami trauma mendalam akibat perlakuan tidak pantas yang disebut melibatkan seorang oknum dosen di lingkungan kampus.

Kisah pilu Evia Maria Mangolo mencuat ke publik setelah beredar surat pengaduan tulisan tangan yang dibuatnya beberapa hari sebelum kematian.

Advertisement

Dalam surat itu, korban secara terbuka menggambarkan rasa takut, tertekan, dan ketidakamanan yang terus menghantuinya selama menjalani aktivitas akademik.

“Akibat kejadian tersebut, saya mengalami trauma, ketakutan, tekanan mental, dan ketidaknyamanan yang serius dalam menjalani aktivitas akademik. Saya merasa terancam dan tidak aman,” tulis Evia dalam surat pengaduannya, seperti dikutip pada Rabu (31/12/2025).

Baca Juga  Suami Gantung Mayat Istri di Kebun Salak, Korban Baru Dua Bulan Melahirkan

Surat tersebut ditujukan kepada pimpinan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi dan bertanggal 16 Desember 2025.

Isinya memuat kronologi dugaan pelecehan serta permohonan agar laporan tersebut ditindaklanjuti secara serius oleh pihak kampus.

Baca Juga: Evia Maria Mangolo, Mahasiswi Unima Ditemukan Tewas Usai Tinggalkan Surat Dugaan Pelecehan Seksual

Tekanan Psikologis yang Terus Memburuk

Dalam pengakuannya, korban menyebut trauma yang dialaminya tidak hanya berdampak secara emosional, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial dan akademiknya.

Rasa malu, takut bertemu terduga pelaku, hingga kecemasan menjadi pusat perhatian orang lain disebut terus membebani pikirannya.

“Saya merasa tertekan dengan masalah ini. Setiap bertemu yang bersangkutan, saya takut dan malu jika ada mahasiswa lain yang melihat, karena bisa menjadi bahan pembicaraan,” tulis korban dalam bagian lain surat tersebut.

Kondisi tersebut memperlihatkan betapa berat tekanan psikologis yang dialami Evia Maria Mangolo dalam kurun waktu sebelum tragedi terjadi.

Baca Juga  Kakek Tarman Bawa Kabur Motor Milik Istri Muda, Ternyata Pernah Divonis Dua Tahun Penjara

Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

Pada Selasa, 30 Desember 2025, korban ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Kelurahan Matani Satu, Kota Tomohon.

Penemuan itu mengejutkan warga sekitar dan memicu duka mendalam, terutama setelah surat pengaduan korban menyebar luas di media sosial.

Kasatreskrim Polres Tomohon, Iptu Royke Raymon Yafet Mantiri, mengatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan visum luar, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat gantung diri,” ujar Royke kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Meski demikian, kepolisian menegaskan penyelidikan tetap dilakukan untuk mendalami latar belakang psikologis korban, termasuk dugaan pelecehan seksual yang dialaminya.

Baca Juga  Berupaya Kabur, Maling Motor di Jalan Jawa Dibekuk Polisi

Polisi Dalami Dugaan Pelecehan

Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, membenarkan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penyebab kematian korban, tetapi juga menelusuri dugaan peristiwa yang melatarbelakanginya.

“Kami tetap mendalami informasi dan keterangan terkait dugaan pelecehan yang dialami korban. Penanganan dilakukan secara profesional,” kata Nur Kholis.

Ia juga mengonfirmasi bahwa keluarga korban telah membuat laporan resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulawesi Utara untuk penanganan lebih lanjut.

Kematian Evia Maria Mangolo memicu gelombang empati dan kemarahan publik.

Banyak pihak menilai kasus ini sebagai cermin rapuhnya perlindungan terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Aktivis dan mahasiswa mendesak agar kasus ini diusut secara transparan dan menyeluruh, sekaligus memastikan tidak ada korban lain yang mengalami tekanan serupa. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini