Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Pemkab Nias Selatan Jemput Bola ke Jakarta, Dorong Penguatan Cagar Budaya dan Wisata Adat

wakil bupati yusuf nache
Wakil Bupati Yusuf Nache bersama Menteri Kebudayaan. (Foto: Sinata.id)

Selain itu, Pemkab Nias Selatan juga mengajukan usulan resmi peningkatan status cagar budaya untuk Situs Megalitikum Tundrumbaho dan Desa Hilisimaetano agar mendapat perlindungan hukum yang lebih kuat.

Tak hanya itu, pemerintah daerah turut mengundang Menteri Kebudayaan untuk melakukan kunjungan kerja ke Desa Adat Bawomataluo di Kecamatan Fanayama.

Advertisement

Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat setempat.

Menanggapi hal itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi atas langkah proaktif yang dilakukan Pemkab Nias Selatan dalam menjaga warisan budaya daerah.

“Kami menyambut baik inisiatif dan proposal yang disampaikan oleh Pemkab Nias Selatan. Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk memajukan kebudayaan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui wisata budaya,” ujar Fadli Zon.

Pemerintah pusat juga menyatakan siap memperkuat sinergi regulasi dan mendukung berbagai program pelestarian cagar budaya di Nias Selatan.

Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Nias Selatan berharap proses peningkatan status cagar budaya dapat berjalan lebih cepat. Sehingga mampu mendorong perlindungan situs bersejarah sekaligus membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis budaya di masa depan. (SN13)

 

Baca Juga  Dosen UNIPAL Dipolisikan Mahasiswi Atas Tuduhan Cabul: Dia Onani

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini