Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Meski Berdampak Buruk, Odong-odong Bebas Beroperasi, Polisi Diminta Tidak Diskriminasi

meski berdampak buruk, odong-odong bebas beroperasi, polisi diminta tidak diskriminasi
Anggota DPRD Kota Pematangsiantar Erwin Siahaan (kanan)

Pematangsiantar, Sinata.id – Tingkah maupun prilaku sopir serta pemilik Odong-odong diyakini berdampak buruk bagi warga Kota Pematangsiantar. Terutama terhadap anak.

Hanya saja, keberadaan Odong-odong di kota itu, masih juga dibiarkan bebas beroperasi. Sehingga, hal itu pun memunculkan kesan diskriminasi.

Advertisement

Untuk itu, Anggota Komisi 3 DPRD Kota Pematangsiantar, Erwin Siahaan, Jumat 11 April 205, meminta aparat Polres Pematangsiantar untuk tidak bertindak diskriminasi.

Sebab, sebut Erwin, biasanya, bila polisi lalulintas melihat kendaraan yang tidak standart modifikasinya, maka pengendaranya akan ditilang atau dikenakan sanksi.

“Namun, Odong-odong kok masih dibiarkan bebas beroperasi. Padahal, jenis kendaraannya saja tidak jelas. Sepeda motor atau mobil, atau becak? Jadi ini salah satu alasan kami meminta polisi menindak tegas Odong-odong yang secara kasat mata kendaraannya tampak melanggar,,” tandas Erwin Siahaan.

Baca Juga  Bitcoin Terjun Bebas Lima Hari Beruntun, Tekanan Jual Tak Terbendung

Selain itu, katanya, sopir Odong-odong yang kerap memutar house musik, serta terkadang bertindak ugal-ugalan di jalan, berdampak buruk bagi mental anak.

“Sebagian penumpang Odong-odong itu kan anak-anak. Secara psikologis, musik (house musik) yang diputar dengan keras, berdampak buruk bagi mental dan kesehatan anak,” ujar anggota dewan dari komisi yang memiliki fungsi pengawasan di bidang perhubungan, tersebut.

Lalu, tingkah sopir Odong-odong yang terkadang sesuka hatinya memutar kendaraannya, juga merupakan contoh buruk bagi perkembangan mental anak.  “Jadi Odong-odong ini harus ditindak tegas,” tuturnya.

Bahkan, keberadaan Odong-odong di jalan raya, juga menjadi pemicu kemacetan. “Apalagi di kawasan Taman Bunga, depan Siantar Hotel, sangat sering jalan menjadi macet,” ungkapnya. (GP)

Baca Juga  Dampak Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang dan Banjir Landa Siantar

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini