Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

Mensesneg: Pemerintah Fokus Kejar Program Prioritas, Bukan Hasil Survei

mensesneg: pemerintah fokus kejar program prioritas, bukan hasil survei
Prasetyo Hadi

Jakarta, Sinata.id – Pemerintah menyatakan fokus utama mereka adalah mempercepat program-program prioritas untuk meringankan beban masyarakat, bukan mengejar angka kepuasan dalam survei. Pernyataan ini disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden mencapai 79,9%.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026), sehari setelah Indikator Politik Indonesia merilis data survei tersebut pada Minggu (8/2/2026).

Advertisement

“Bagi kami sesungguhnya bukan itu yang kita kejar, bukan hasil survei. Yang kita kejar adalah mempercepat program-program yang memang kita yakini itu bisa mengurangi beban-beban dan masalah-masalah yang ada di masyarakat kita,” tegas Prasetyo kepada wartawan.

Baca Juga  Prabowo Kumpulkan OJK dan Menteri Ekonomi di Istana, Dana Asing Kabur dari RI Jadi Sorotan

Mensesneg menggambarkan upaya pemerintah saat ini seperti ‘berperang’ untuk mengatasi persoalan mendasar masyarakat, seperti kemiskinan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Ia mengakui bahwa masih banyak target yang belum tercapai dan proses percepatan program masih membutuhkan waktu.

“Masih banyak yang kita belum puas terhadap program-program yang kita inginkan cepat bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, cepat bisa mengurangi kesulitan-kesulitan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai contoh konkret program yang sedang diakselerasi, Prasetyo menyebutkan renovasi sekolah. Pemerintah menargetkan dapat merenovasi kurang lebih 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan.

Meski mengapresiasi hasil survei yang positif, Prasetyo menekankan bahwa tolok ukur utama bagi pemerintah adalah implementasi dan dampak nyata dari kebijakan yang dijalankan.

Baca Juga  Proyek Hilirisasi Rp239 Triliun Era Prabowo Disorot, Dinilai Berisiko dan Kurang Transparan

“Kalau kemudian itu diterima oleh masyarakat dalam bentuk hasil polling, itu kita serahkan kepada masyarakat, tapi kita tidak mengejar itu,” imbuhnya. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini