Jakarta, Sinata.id – Tari Zapin dipertontonkan dalam penyambutan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, pada Senin (15/6/2026).
Presiden Prabowo Subianto menerima tamu kenegaraan itu. Namun, sorotan tertuju pada Tari Zapin.
Tarian ini berasal dari Riau. Dengan memadukan antara tarian asal Yaman dengan masyarakat Melayu, khususnya yang tinggal di kawasan Riau.
Keberadaannya dipengaruhi oleh orang-orang Persia dan Arab yang berakulturasi dengan kebudayaan Melayu.
Awalnya, tarian ini hanya boleh dimainkan oleh laki-laki saja. Namun saat ini, tarian ini bisa dimainkan juga oleh wanita sehingga menjadi salah satu contoh tari berpasangan di Indonesia.
Simbol Penghormatan dan Persahabatan
Tari Zapin, tarian tradisional Melayu yang berkembang di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kalimantan Barat, hingga pesisir Sumatra.
Memiliki akar budaya yang berasal dari pengaruh Arab, khususnya Yaman. Masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan dan penyebaran Islam pada abad ke-16.
Kata "zapin" diyakini berasal dari bahasa Arab al-zafn yang berarti gerakan kaki cepat mengikuti irama musik.
Karena itu, ciri khas Tari Zapin terletak pada permainan langkah kaki yang dinamis, ritmis, dan harmonis.
Dalam perkembangannya, Tari Zapin tidak hanya menjadi media dakwah Islam, tetapi juga berkembang menjadi seni pertunjukan yang sarat nilai budaya Melayu.
Gerakannya menggambarkan kesopanan, keharmonisan, kerja sama, dan penghormatan terhadap sesama.
Tari Zapin biasanya diiringi alat musik tradisional seperti gambus, marwas, rebana, akordeon, dan biola.
Perpaduan musik tersebut menghasilkan irama yang khas dan energik, namun tetap lembut serta elegan.
Dalam tradisi Melayu, Tari Zapin kerap ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan, perayaan adat, pernikahan, hingga acara kenegaraan.
Karena makna tersebut, tarian ini sering dipilih sebagai simbol keramahan dan penghargaan kepada tamu yang datang.
Tak heran, Istana Negara menampilkan tarian ini saat menyambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier.
Sebagai representasi budaya Indonesia yang menjunjung tinggi nilai persahabatan, penghormatan, dan harapan akan terjalinnya hubungan yang harmonis.
Penampilan tarian ini menjadi pesan simbolis bahwa kerja sama Indonesia dan Jerman dibangun di atas semangat saling menghormati dan kemajuan bersama.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.