Oleh: Pdt Mis Ev Daniel Pardede.MH
Mazmur 121 ayat 7 menegaskan keyakinan iman bahwa Tuhan menjaga umat-Nya dari segala kecelakaan dan memelihara nyawa setiap orang yang berharap kepada-Nya.
Firman ini menjadi pengingat bahwa di tengah ketidakpastian hidup, perlindungan Tuhan tetap nyata dan berdaulat atas seluruh aspek kehidupan manusia.
Dalam realitas sehari-hari, kecelakaan dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan situasi, baik skala kecil maupun besar.
Kecelakaan lalu lintas di darat, laut, dan udara, insiden akibat kelalaian manusia, korsleting listrik, aktivitas rumah tangga, hingga jatuh dari ketinggian merupakan bagian dari risiko hidup yang tidak dapat sepenuhnya dihindari. Dampak yang ditimbulkan pun beragam, mulai dari luka ringan, cacat permanen, hingga kehilangan nyawa.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa tidak ada satu peristiwa pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Segala sesuatu yang terjadi di bawah kolong langit berlangsung dalam pengawasan dan kehendak Tuhan.
Namun, pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah kecelakaan merupakan kehendak Tuhan, akibat kelalaian manusia, atau bentuk teguran ilahi.
Kitab Ayub memberikan pemahaman mendalam mengenai teguran Tuhan.
Ayub menyaksikan bahwa Tuhan yang mengizinkan luka terjadi adalah Tuhan yang sama yang membalut dan menyembuhkan. Teguran ilahi bukanlah penghancuran, melainkan sarana pembentukan iman dan pemulihan hidup manusia.
Kesaksian serupa juga disampaikan oleh Musa dalam Ulangan 32:39, yang menegaskan kedaulatan Allah atas hidup dan mati. Tuhan memiliki kuasa untuk meremukkan, namun juga kuasa yang sama untuk memulihkan dan menyembuhkan, dan tidak ada satu pun yang dapat melepaskan manusia dari tangan-Nya.
Dalam konteks perlindungan umat Tuhan, kisah Bileam dalam Kitab Bilangan memperlihatkan bahwa Tuhan tidak mengizinkan umat yang telah diberkati-Nya untuk dicelakai atau dikutuk. Sekalipun terdapat tekanan dan godaan duniawi, kehendak Tuhan tetap berpihak pada kehidupan, berkat, dan pemeliharaan umat-Nya.
Berdasarkan kesaksian Alkitab tersebut, dapat disimpulkan bahwa rancangan Tuhan bagi umat-Nya adalah rancangan damai sejahtera dan kebaikan, bukan kecelakaan.
Sekalipun kecelakaan diizinkan terjadi, Tuhan tetap berdaulat menjaga nyawa dan menuntun umat-Nya melewati setiap proses kehidupan.
Kiranya setiap peristiwa dalam hidup, termasuk kecelakaan yang tidak diharapkan, semakin meneguhkan iman kita untuk berserah penuh kepada Tuhan, berjalan dalam kehati-hatian, serta terus berkarya bagi kebaikan dan kemurahan kepada sesama, sambil percaya bahwa tangan Tuhan senantiasa memelihara hidup kita. Shalom dan Tuhan memberkati. (A27)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini