Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Lamine Yamal Incar Ballon d’Or Sebelum Usia 21 Tahun

lamine yamal sudah tampil matang di barcelona meski baru 18 tahun. jika mampu konsisten, ia bisa pecahkan rekor ronaldo nazário di ajang ballon d’or.
Lamine Yamal. (Ist)

Sinata.idLamine Yamal mungkin gagal meraih Ballon d’Or 2025, tetapi ceritanya jauh dari selesai. Pemuda berusia 18 tahun itu justru semakin mendekati momen yang bisa menempatkannya sejajar, bahkan melampaui, nama-nama besar dalam sejarah sepak bola dunia.

Finis di peringkat kedua di belakang Ousmane Dembélé, yang sukses menjadi pemain Prancis pertama setelah Karim Benzema pada 2022 yang meraih penghargaan, Yamal justru menegaskan bahwa masa depannya penuh potensi.

Advertisement

Barcelona boleh berbangga. Musim ini Yamal tampil menawan, baik di level klub maupun bersama Timnas Spanyol. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap, melainkan motor permainan. Sementara rekan setimnya, Raphinha dan Pedri, hanya mampu finis di peringkat kelima dan ke-11, Yamal melesat menjadi sorotan utama.

Baca Juga  Ousmane Dembélé Siap Geser Salah, Mbappé, dan Raphinha

Rekor Ronaldo yang Masih Terjaga

Yang membuat kisah ini kian menarik adalah bayangan besar bernama Ronaldo Nazário.

Sejak 1997, legenda asal Brasil itu tercatat sebagai peraih Ballon d’Or termuda pada usia 21 tahun.

Yamal kini tinggal menghitung musim untuk menggeser catatan bersejarah itu. Jika ia berhasil merebut trofi emas pada 2026 atau 2027, rekor Ronaldo akan resmi runtuh.

Perbandingan karier keduanya juga mencolok.

Ronaldo merebut perhatian dunia ketika meninggalkan Barcelona menuju Inter Milan, sementara Yamal sudah lebih matang di usia yang bahkan lebih muda.

Dengan lebih dari 100 laga bersama Blaugrana, ia tidak hanya mengandalkan kuantitas, melainkan juga kualitas permainan yang membuatnya dipandang sebagai salah satu winger terbaik dunia saat ini.

Baca Juga  Dulu Ditawar 5 Juta Euro, Kini Lamine Yamal Bernilai 200 Juta Euro di Barcelona

Dua Tahun Krusial

Secara hitung-hitungan, Yamal masih punya dua musim penuh untuk membuktikan diri.

Periode 2026–2027 akan menjadi jalur emas yang bisa menahbiskan namanya sebagai peraih Ballon d’Or termuda sepanjang sejarah.

Tentu jalan itu tidak akan mulus: performa konsisten, prestasi tim, dan kondisi fisik adalah tantangan nyata yang harus ia lewati.

Namun, melihat kedewasaan yang ia tunjukkan di lapangan, target ini jauh dari utopia.

Justru, inilah masa di mana dunia sepak bola bersiap menyaksikan lahirnya sebuah era baru.

La Masia, Validasi Baru

Bagi Barcelona, keberhasilan Yamal nantinya akan lebih dari sekadar pencapaian individu.

Trofi Ballon d’Or untuk wonderkid La Masia akan menjadi validasi kuat bahwa akademi legendaris itu masih sanggup melahirkan talenta kelas dunia.

Baca Juga  Prancis Kokoh Jadi Raja Sepak Bola Dunia

Dengan demikian, dua tahun ke depan bukan hanya tentang ambisi pribadi Yamal. (A46)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini