Anton menegaskan bahwa kesiapan pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting agar Indonesia dapat menghadapi dampak konflik global secara lebih tenang dan terukur.
“Jangan sampai kita tidak tahu harus berbuat apa ketika situasi memburuk. Karena itu semua harus dipersiapkan sejak sekarang,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI Imron Amin turut menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar.
Ia menilai konflik yang menyeret negara seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi memperburuk situasi keamanan global apabila tidak segera mereda.
Imron juga menyampaikan belasungkawa atas kabar wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut tewas dalam konflik tersebut.
“Kita tentu sangat menyayangkan situasi yang terjadi di Timur Tengah. Saya juga turut berduka atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Perkembangan ini menjadi perhatian dunia,” ujarnya.
Menurut Imron, dinamika geopolitik yang tidak menentu menuntut Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
Ia menilai kesiapan nasional menjadi penting agar Indonesia tidak terkejut jika konflik berkembang ke arah yang lebih luas.
“Semoga situasi tidak berkembang menjadi perang yang lebih besar, apalagi sampai perang dunia ketiga. Namun sebagai bangsa, kita tetap harus menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan,” katanya.
Imron berharap ketegangan global dapat segera mereda sehingga stabilitas internasional kembali pulih dan dampak konflik tidak semakin meluas ke negara-negara lain. (A18)
Sumber: Parlementaria
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.