Lampung, Sinata.id - Komisi I DPR RI mengingatkan pemerintah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Selain mengedepankan jalur diplomasi, kesiapan nasional juga dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menegaskan bahwa diplomasi harus menjadi langkah utama yang ditempuh Indonesia dalam merespons situasi tersebut.
Menurutnya, Indonesia dapat berperan mendorong upaya perdamaian dengan membuka ruang mediasi bagi pihak-pihak yang bertikai.
“Intinya kita harus mengedepankan diplomasi. Pemerintah juga siap membantu kedua belah pihak untuk bermediasi,” ujar Anton saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi I DPR RI di Lampung, Jumat (6/3/2026).
Di samping itu, ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif, khususnya terkait perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik. Anton menekankan pentingnya skenario perlindungan hingga evakuasi yang dirancang sejak dini.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan prosedur yang jelas jika situasi memburuk, termasuk mekanisme pemulangan WNI ke tanah air apabila kondisi darurat terjadi.
Anton juga mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada stabilitas keamanan global, tetapi berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi di dalam negeri. Salah satu sektor yang dinilai rentan adalah energi dan harga kebutuhan pokok.
Ia mencontohkan kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak apabila konflik semakin memanas. Situasi tersebut, kata dia, bisa berimbas pada meningkatnya harga barang kebutuhan masyarakat.
Selain aspek ekonomi, Anton juga menilai kesiapan nasional perlu diperhitungkan apabila eskalasi konflik meluas dan berdampak pada stabilitas kawasan yang lebih luas.
“Kalau eskalasi meluas, tentu perlu dihitung juga kesiapan nasional, termasuk dari sisi pertahanan. Semua kemungkinan harus diantisipasi sejak awal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga perlu memberikan panduan yang jelas kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila situasi global memburuk. Hal tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi situasi darurat.
“Kita tentu berharap tidak terjadi perang yang lebih besar. Tetapi masyarakat juga perlu mulai bersiap dan menghemat apa yang bisa dihemat,” katanya.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.