- Timbul kegentaran hebat di perkemahan musuh.
- Pasukan penjajah menjadi gentar dan kehilangan kekuatan.
- Terjadi intervensi ilahi, di mana bumi gemetar, menciptakan “kegentaran yang dari Allah.”
Refleksi untuk Kita
Kemenangan besar selalu dimulai dari hati yang mau tunduk pada otoritas dan visi bersama. Sebagai pribadi yang berada di bawah otoritas baik itu di rumah, tempat kerja, atau komunitas sudahkah kita memiliki keberanian untuk berkata, “Aku sepakat,” kepada pemimpin kita?
Hambatan terbesar dalam bersepakat biasanya muncul saat ego kita merasa lebih pintar dari otoritas. Namun, kisah ini mengingatkan bahwa kesepakatan antara pemimpin dan mereka yang dipimpin adalah pintu bagi kuasa Tuhan yang menggetarkan dunia.
Pertanyaan Perenungan
1.Apa yang terjadi ketika orang sepakat berdasarkan ayat 6–15?
2.Ceritakan dalam pengertianmu mengenai keberanian dalam ayat 6.
3.Siapakah yang mau sepakat dalam kisah tersebut? (ayat 7)
4.Sebagai orang yang berada di bawah otoritas, apakah Anda sudah sepakat?
5.Di mana kesulitan Anda dalam bersepakat dengan otoritas saat ini?
“Kemenangan sejati tidak ditentukan oleh banyaknya pasukan, melainkan oleh ketulusan hati yang bersepakat; sebab di mana ada kesatuan, di sanalah berkat dan kuasa Allah bekerja melampaui logika manusia.” (A27)
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.