Oleh: PS. Dion Ponomban
Sering kali kita merasa bahwa keberhasilan ditentukan oleh jumlah personel atau besarnya sumber daya. Namun, sejarah dan iman mengajarkan hal yang berbeda. Sebuah kesepakatan atau harmoni antara dua orang ternyata memiliki daya ledak yang mampu mengubah keadaan, bahkan yang terlihat mustahil sekalipun.
Dalam perenungan spiritual Abba Home Family, ditekankan bahwa ketika manusia berada dalam kesepakatan yang benar, rencana apa pun yang mereka susun akan menjadi nyata. Allah sendiri memberikan perhatian khusus pada kekuatan persatuan ini melalui firman-Nya: “Mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.”
Penghalang Utama Kesepakatan
Meski terdengar sederhana, membangun kesepakatan dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan sering kali menemui jalan buntu. Ps. Dion Ponomban mencatat setidaknya ada tiga penghalang utama yang harus diwaspadai:
1.Egoisme: Keinginan untuk mementingkan diri sendiri. Alih-alih saling mengalah demi mencapai tujuan bersama, individu justru terjebak dalam kompetisi untuk saling mengalahkan dan merasa paling benar.
2.Keengganan Memahami: Terlalu memaksakan sudut pandang pribadi tanpa mau belajar memahami situasi atau perasaan orang lain.
3.Sikap Menghakimi: Lebih mudah menghujat atau mencari kesalahan daripada memberikan pengampunan yang memulihkan hubungan.
Belajar dari Yonatan dan Pembawa Senjatanya
Kisah heroik dalam 1 Samuel 14:6–15 menjadi bukti nyata dahsyatnya sebuah kesepakatan. Yonatan, putra Raja Saul, memutuskan untuk mendatangi pasukan Filistin yang tangguh. Menariknya, ia hanya ditemani oleh seorang bujang pembawa senjatanya.
Yonatan memiliki iman yang radikal:
“Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.” (ayat 6).
Mendengar visi tersebut, sang pembawa senjata memberikan respons yang luar biasa dalam ayat 7: “Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat.” Kalimat inilah yang menjadi kunci pembuka gerbang kemenangan.
Hasil dari Sebuah Kesepakatan
Ketika Yonatan dan pembawa senjatanya bergerak dalam satu irama, mukjizat terjadi. Hanya dengan dua orang, mereka berhasil memukul kalah sekitar 20 orang musuh di area yang sempit. Efek dari kesepakatan ini tidak main-main:
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.