Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Olahraga

Kasus “Paspor Gate” Dean James Tuntas, KNVB Putuskan Tanpa Sanksi Disipliner

kasus “paspor gate” dean james tuntas, knvb putuskan tanpa sanksi disipliner
Dean James (istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id – Klub Belanda Go Ahead Eagles memastikan bahwa penyelidikan terhadap pemainnya, Dean James, telah selesai dilakukan oleh jaksa independen sepak bola profesional dari KNVB. Hasilnya, pemain tersebut tidak dijatuhi sanksi disipliner.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (8/4/2026), pihak klub menyebut bahwa keputusan diambil karena baik pemain maupun klub tidak mengetahui konsekuensi hukum dari perubahan kewarganegaraan.

Advertisement

“Jaksa sepak bola pro fesional memutuskan untuk tidak menjatuhkan sanksi disipliner karena baik pemain maupun klub tidak mengetahui konsekuensi otomatis dari pengambilan kewarganegaraan selain Belanda,” tulis Go Ahead Eagles.

Kehilangan Status Uni Eropa

Meski bebas sanksi, kasus ini tetap berdampak pada status administrasi pemain. Berdasarkan informasi dari otoritas imigrasi Belanda, Dean James diketahui telah kehilangan kewarganegaraan Belanda setelah menjalani naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Baca Juga  Ni Kadek Dhinda Kalah Dramatis, Tim Uber Indonesia Tertinggal 1-2 dari Chinese Taipei

Sejak Maret 2025, ia tidak lagi memenuhi syarat sebagai pemain Uni Eropa. Hal ini berpengaruh pada regulasi kompetisi di Liga Belanda, terutama terkait aturan pemain non-Uni Eropa yang memerlukan izin khusus untuk bermain.

Klub juga menegaskan bahwa persoalan kewarganegaraan bukan merupakan kewenangan jaksa sepak bola, melainkan ranah hukum dan administrasi negara.

Seret Pemain Naturalisasi Lain

Kasus yang dikenal sebagai “paspor gate” ini turut menyeret sejumlah pemain naturalisasi Indonesia lainnya, seperti Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen).

Isu ini mencuat setelah dibahas dalam siniar De Derde Helft yang menyoroti dugaan penggunaan status pemain Uni Eropa dalam kontrak, meski telah berstatus WNI.

Baca Juga  Live Streaming: Link Lyon vs Go Ahead Eagles, Kick-off 03.00 WIB

Protes Klub dan Respons Liga

Permasalahan ini sempat memicu protes dari klub NAC Breda yang mempertanyakan keabsahan status Dean James saat menghadapi Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. Dalam laga tersebut, NAC Breda kalah telak 0-6, dengan James tampil sebagai starter.

NAC Breda bahkan meminta agar pertandingan tersebut diulang jika ditemukan pelanggaran administratif. Sikap serupa juga disampaikan oleh TOP Oss terkait status Nathan Tjoe-A-On dalam pertandingan melawan Willem II.

Namun, pihak liga memastikan bahwa hasil pertandingan tidak akan diubah. Direktur Eredivisie CV, Jan de Jong, menjelaskan bahwa pemain non-Uni Eropa tetap dapat bermain dengan syarat mengantongi izin tinggal khusus, seperti izin masuk kembali atau izin tinggal humaniter.

Baca Juga  Di Sini Menonton Piala Thomas dan Uber 2026

Penegasan Regulasi Liga

Kasus ini menjadi perhatian di sepak bola Belanda karena membuka celah pemahaman terkait dampak naturalisasi pemain terhadap status kompetisi. Meski tidak berujung sanksi, “paspor gate” menjadi pelajaran penting bagi klub dan pemain dalam memahami regulasi lintas kewarganegaraan di level profesional.(A07)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini